https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/issue/feed Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023-02-21T09:07:20+00:00 Dr. Masagus Ahmad Azizi, ST, MT masagus.azizi@trisakti.ac.id Open Journal Systems <div class="translate-tooltip-mtz hidden"> <div class="header"> <div class="header-controls"> </div> </div> </div> <p><a href="http://u.lipi.go.id/1568098071" target="_blank" rel="noopener">ISSN 2686-2603 (Online)</a></p> <p><a href="http://u.lipi.go.id/1564997338" target="_blank" rel="noopener">ISSN 2685-8908 (Print)</a></p> https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/311 Back Cover 2023-02-21T09:07:20+00:00 Back Cover Back Cover Cover142@gmail.com 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/271 A Pre-Liminary Study : Potential Economic Tailing Exploring by Geophysical Logging Method in Bangka 2023-02-21T09:07:12+00:00 Nomensen Ricardo Nomensen@gmail.com Satyogroho Dhian Amertho Satyogroho@gmail.com Cindra Putra Azana Cindra@gmail.com In Bangka-Belitung Provinces, PT Timah TBK hold 120 mining concession permit (IUP) which is about 428,378.98 Ha. Mining activities begun significantly at colonial era (before 1945) and continued until recent day. The massive mining activities produced abounded remains tailing (mineral processing residue). The selective mining on tin ore caused the other potential economic mineral were neglected. Hence, this study is aimed to reorganize and manage the potential economic mineral at tailing area that’s distributed in mining consesion permit of PT Timah TBK . Study area are located in Air Rirung (Bangka Regency) and Air Nudur (South Bangka). Both are comprised of tailing material (loose sediment). Geophysical logging tools (GammaRay and Density Log), elemental analysis (using XRF handheld portable) and grain size analysis (sieving) are applied to identify the interest tailing area. Low density and high Gammaray indicate dominantly clay content in coarse sand, while high density and low Gammaray indicate little or no clay content in coarse sand. Furthermore, GammaRay detected Thorium (Th) and Uranium (U) content that come from monazite mineral. The heavy mineral (ilmenite) is distributed on bottom of each layering (stage). By element to element correlation, stannum (Sn) shows good correlation to Fe-Ti and Ce-Y-La-Th-U. Comparing to Gammaray, at fraction -#200 Th and Y shows good positive corelation to GR log, while at fraction +#200 Th and Y shows good negative correlation. In spatial distribution, the heavy mineral and coarse grain are deposited near from the source while the light mineral and fine grain relatively are deposited faraway from the source. Using IDW Method, the potential REE in monazite mineral are estimated of 8.0 tonnes in Air Rirung and 1.6 tonnes in Air Nudur. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/272 PENGAPLIKASIAN PESAWAT NIRKABEL (DRONE) DALAM KEGIATAN INVENTARISASI AWAL ENDAPAN PASIR KUARSA 2023-02-21T09:07:12+00:00 Syafrizal Syafrizal syafrizal@mining.itb.ac.id Mirza Dian Rifaldi syafrizal@mining.itb.ac.id Wirandika Mayzzani Hadiana syafrizal@mining.itb.ac.id Akmal Yahya Hidayat syafrizal@mining.itb.ac.id Periska Rasma syafrizal@mining.itb.ac.id atau drone memberikan keuntungan pada kegiatan eksplorasi pendahuluan guna memetakan suatu wilayah dengan resolusi spasial yang tinggi. Pengaplikasian drone untuk memetakan endapan pasir kuarsa dilakukan dengan tahap akuisisi data dan pengolahan citra agar dapat menghasilkan visualisasi mozaik dengan menggabungkan beberapa foto udara yang sudah melalui tahap georeferensi. Pada penelitian ini, pemetaan pasir kuarsa dilakukan di wilayah Kalimantah Tengah. Hasil visualisasi endapan pasir kuarsa di wilayah tersebut secara umum tergambar cukup jelas karena memiliki perbedaan warna yang cukup kontras dengan endapan lain disekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pengaplikasian drone dalam kegiatan inventarisasi endapan pasir kuarsa agar dapat mengoptimalkan kegiatan eksplorasi awal secara efektif dan efisien dalam bentuk visualisasi yang lebih detail. Harapannya, pemanfataan teknologi drone juga dapat diaplikasikan secara luas dan masif pada kegiatan eksplorasi awal endapan lainnya 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/273 KARAKTERISASI PASIR KUARSA DI DAERAH BANGKA SEBAGAI BAHAN BAKU PANEL SURYA 2023-02-21T09:07:12+00:00 Syafrizal Syafrizal syafrizal@mining.itb.ac.id Akmal Yahya Hidayat syafrizal@mining.itb.ac.id Wirandika Mayzzani Hadiana syafrizal@mining.itb.ac.id Mirza Dian Rifaldi syafrizal@mining.itb.ac.id Periska Rasma syafrizal@mining.itb.ac.id Pemanfaatan energi surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan sedang menjadi perhatian di dunia. Dalam energi surya, radiasi matahari diubah menjadi arus listrik dengan menggunakan panel surya yang bahan bakunya terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor yang biasa digunakan dan mudah diperoleh adalah silikon. Keterdapatan silikon di alam jarang ditemukan dalam bentuk bebas, namun dapat dijumpai dalam bentuk senyawa silika (SiO2) pada mineral kuarsa. Potensi akan pasir kuarsa di Indonesia sebenarnya cukup melimpah, namun pemanfaatan pasir kuarsa sebagai bahan baku panel surya masih belum terlalu masif dikaji. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi pasir kuarsa di daerah Bangka serta kemungkinan pemanfaatannya sebagai bahan baku panel surya. Karakterisasi pasir kuarsa dilakukan menggunakan analisis Scanning Electron Microscope (SEM), X-Ray Fluorescence (XRF), dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Spesifikasi pasir kuarsa yang dapat dijadikan bahan baku panel surya adalah memiliki kandungan silicon dioxide ≥ 99,7%, iron oxide ≤ 85 ppm, titanium oxide ≤ 140 ppm, dan alumunium oxide ≤ 500 ppm. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, sampel pasir kuarsa di daerah Bangka memiliki kandungan silicon dioxide 69,817%–95,604%, iron oxide 11294,63–18014,22 ppm, titanium oxide 131,78–417,03 ppm, dan alumunium oxide 2645,3–17213,35 ppm. Dengan demikian, pasir kuarsa di daerah Bangka belum memenuhi spesifikasi sebagai bahan baku panel surya. Pasir kuarsa di daerah Bangka kemungkinan masih berpotensi sebagai bahan baku panel surya, namun dibutuhkan proses pemurnian yang kompleks yang mungkin dengan biaya yang mahal. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/274 ANALYSIS OF MONTHLY PRODUCTION SCHEDULING USING ORE BLENDING STRATEGY TO FULFILL CONSERVATION PROCESS CASE STUDY GAG NICKEL MINE 2023-02-21T09:07:12+00:00 Andi Milwadi Milwadi@gmail.com Heru Anggara Heru@gmail.com Adella Miranda Adella@gmail.com Gembong S Wibowo Wibowo Wibowo@gmail.com Gag Nickel mine is one of the mining projects in West Papua, Indonesia developed by Antam. Overall amount of reserve owned by this mine is 66 million wmt of nickel ore, with average nickel content 1.85%. In 2023, this mine will be projected to supply 3 million nickel ore to nickel processing plant, with minimum nickel content 1.80% and maximum SiO2/MgO ratio 2.4. Based on block model data, central zone area, consists of A and B pit are carried out to determine the potencies of both pits to meet production target. From pit A, 1.5 million wmt can be obtained, with average Ni 1.83% and SiO2/MgO ratio 2.07. While from pit B, there are 1.5 million wmt allocation, with average Ni content 1.86% and SiO2/MgO ratio 2.20. Then, monthly production scheduling is carried out to produce the mine boundary for each quarter, which is used as guidance in mining operation. After mining process, stockpile management and ore blending strategy are carried out so that the nickel processing plant target can be achieved steadily. By using the ore blending strategy, Gag Nickel mine can apply conservation by optimizing marginal grade reserve so it can be fully utilized. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/275 PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITALISASI DALAM AKTIVITAS KONSERVASI BATUBARA DI AREA KERJA PT.BERAU COAL DAN PT.PAMAPERSADA NUSANTARA 2023-02-21T09:07:12+00:00 Mochamad Azis Qosim N.S. mochamad.azis.qosim@gmail.com Edi Kurniawan mochamad.azis.qosim@gmail.com Aldo Brilianto mochamad.azis.qosim@gmail.com Evanda Eko Putra M mochamad.azis.qosim@gmail.com Andi Zulkarnain mochamad.azis.qosim@gmail.com Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara telah mengamanatkan kepada Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik, yang salah satunya yaitu wajib melaksanakan penerapan upaya konservasi mineral dan batubara. Konservasi mineral dan batubara merupakan upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Dalam Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 salah satu objek yang menjadi target dalam penerapan konservasi minerba yaitu perencanan dan pengelolaan recovery penambangan / mining recovery. Dalam menunjang program konservasi tersebut, di era indutsri 4.0 pada saat ini juga menuntut perusahaan pertambangan untuk melakukan transformasi dari proses manual ke digital agar semua proses dapat dilakukan secara efektif dan efisien, serta tersinkronisasi dalam suatu basis data / big data secara menyeluruh, terlebih dalam hal pelaporan. Studi kasus pelaksanaan program konservasi ini dilaksanakan di area kerja PT. Berau Coal, yang merupakan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan batubara. PT. Berau Coal mempunyai tantangan yang cukup tinggi dalam melaksanakan program konservasi ini. Tantangan tersebut antara lain : jumlah multi seam yang sangat tinggi (&gt;80 seam) dengan rentan ketebalan yang sangat variatif, multi parting dalam satu seam utama dengan keterdapatan bone coal yang tinggi, dan proses pelaporan yang rendah dengan keseragaman mitra kerja kontraktor pertambangan yang tinggi. Hal ini tentu menuntut agar PT. Berau Coal membuat suatu terobosan dalam pengelolaan program konservasi ini agar dapat dijalankan dengan baik, efektif dan efisien oleh semua kontraktor pertambangan yang berada di area konsesi PT. Berau Coal. Dengan komitmen yang tinggi, PT. Berau Coal dan mitra kerja mencoba melaksanakan program digitalisasi menggunakan aplikasi seluler yang dinamai ArcGIS Survey123. Aplikasi seluler ini merupakan formulir cerdas yang berfungsi untuk mempermudah pengumpulan data dari smartphone dalam mengontrol aktivitas coal handling dan pelaporan pengambilan produk konservasi, khususnya dalam penanganan mining recovery, optimalisasi pengambilan batubara tipis / thin coal, dan produk mine out. Sebagai pilot project, program ini dilaksanakan di area operasional Binungan Mine Operation 2 (BMO2) dengan PT. Pamapersada Nusantara sebagai salah satu mitra kerja pelaksana penggunaan aplikasi seluler ini. Harapanya dengan dilaksanakanya secara efektif program ini di area kerja PT. Pamapersada Nusantara, maka target pencapaian mining recovery diatas 100% (dengan tambahan konservasi) dapat tercapai, dan semua mitra kerja di area operasional PT. Berau Coal yang lain dapat melaksanakan dengan baik penggunaan aplikasi aplikasi seluler ArcGIS Survey123 ini untuk mencapai target mining recovery yang ditargetkan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/276 OPTIMASI BATUBARA SIDE-WALL PIT 5 Ext SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PT. ARUTMIN INDONESIA SITE ASAMASAM 2023-02-21T09:07:13+00:00 Kurnia Candra Kurnia@gmail.com Ilham Maessa Maessa@gmail.com Asriya Helfindo Helfindo@gmail.com Gumilang Oktantyo Gumilang@gmail.com Konservasi mineral dan batubara adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. PT Arutmin Site Asamasam sebagai perusahaan yang mengedepankan konservasi batubara selalu melihat peluang dalam mengoptimasi cadangan batubara yang menguntungkan untuk ditambang. Dalam proses penambangan batubara di Pit 5 Ext final design di side-wall pasti meninggalkan batubara yang tergambarkan tidak akan tertambang oleh desain menjadi bench. Namun, batubara tersebut bisa dilakukan pengambilan (coal getting) secara teknis operasional penambangan dan parameter geoteknik yaitu faktor keamanan lereng yang aman dengan monitoring intensif. Atas dasar tersebut dibuatlah kajian teknis untuk melakukan pengambilan batubara di side-wall dengan sistem box cut mining. Batubara dengan tebal &gt;2 meter, atau minimal area untuk bucket excavator bisa melakukan coal getting dengan expose OB minimal di bagian roof batubara, ditambang dari elevasi M05 hingga M70. Nilai keamanan lereng side-wall batubara berkisar 1,139 – 1,502 atau masuk dalam kategori kritis hingga aman (Bowles, 1989). Perolehan batubara optimasi side-wall berdasarkan model yaitu 11,5 kt dengan overburden 5,4 kbcm atau SR 0,47. Optimasi ini memberikan kontribusi sebesar 2,7% dari sisa cadangan Pit 5 Ext PT. Arutmin Indonesia Site Asamasam hingga desain final. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/277 REDUKSI SPILLAGE MATERIAL DENGAN METODE TIE UP CHANGING DESIGN PADA KEGIATAN PELEDAKAN PT AGINCOURT RESOURCES 2023-02-21T09:07:13+00:00 Nella Deamora Lubis Nella@gmail.com Sara Andrea Sara@gmail.com Fakhrur Razi Razi@gmail.com Aris Tambunan Aris@gmail.com Dalam metode penambangannya PT Agincourt Resource menggunakan kegiatan peledakan untuk pembongkaran ore &amp; waste material sebelum dimuat dan diangkut. Kegiatan peledakan menggunakan bahan peledak emulsi dengan menggunakan detonator non-electric (nonel). Seiring dengan kegiatan peledakan pada masing-masing Pit, yaitu Purnama, Barani dan Ramba Joring terdapat materal tumpahan atau spillage akibat dari adanya lemparan hasil blasting sendiri ke sisi jurang atau punggungan bukit. Material tumpahan ini akan berpotensi mengakibatkan pengurangan jumlah volume material yang akan diperoleh, sehingga menurunkan ore yang akan ditambang. Dari ketiga pit aktif ini sumber utama ore yang dikirimkan ke pabrik paling besar berasal dari pit Purnama sehingga aktifitas peledakan dan penggalian serta pengangkutan secara frekuensi juga akan lebih banyak di Pit Purnama. Dengan kondisi ini tercatat sepanajang tahun 2019 - 2021 terdapat penambahan material tumpahan sebesar 44,424 bcm. Agar dapat mengurangi tumpahan material akibat peledakan, PT Agincourt Resources mengimplementasikan perubahan delay tie up pada kegiatan peledakan. Dua baris lubang ledak di sisi jurang diperlambat waktu tunggunya untuk meminimalisir lemparan yang mengarah ke arah jurang agar terdapat freeface yang tidak mengarah ke jurang. Dengan implementasi perubahan delay tie up tersebut diperoleh mengurangi ore spillage sebesar 5-10%. Hal ini tentunya juga akan sebanding dengan kenaikan recovery ore sebesar ± 1%. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/278 OPTIMALISASI TEKNIK PELEDAKAN PADA AREA DEKAT PEMUKIMAN DALAM RANGKA KONSERVASI CADANGAN BATUBARA 2023-02-21T09:07:13+00:00 Rusadi Apriansyah Rusadiapriansyah@beraucoal.co.id Arintoko Saputro Rusadiapriansyah@beraucoal.co.id Elfizar Diando Rusadiapriansyah@beraucoal.co.id Kegiatan pertambangan telah terbukti dapat memberikan sumbangsih positif terhadap ekonomi area sekitar, sekaligus memberikan dampak negatif pada pemukiman/lingkungan sekitar. Salah satu dampak negatifnya yakni getaran tanah yang dihasilkan dari kegiatan peledakan pertambangan, terutama pada lokasi pertambangan yang berdekatan dengan area pemukiman. Pit C2 Site Sambarata Mine Operation PT. Berau Coal adalah salah satu area pertambangan yang arah penambangannya mendekati pemukiman (500-150 meter dari pemukiman), serta menerapkan metode peledakan dalam proses pemberaian batuan. Berdasarakan hasil survei fisik pemukiman mengacu pada SNI 7571: 2010 tentang standar baku mutu terhadap tingkat getaran peledakan pada kegiatan tambang, diketahui kelas bangunan berada pada kelas 2 yang berarti getaran tanah maksimal yang diperbolehkan dari kegiatan peledakan ≤ 3,0 mm/s. Namun getaran tanah dari kegiatan peledakan pada jarak 500-150 meter dari lokasi peledakan lebih dari 3,0 mm/s. Selain itu, apabila mengacu pada KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 Hal 79 sub point 9 tentang pengupasan tanah penutup mempersyaratkan adanya kajian teknis jika kegiatan peledakan dilakukan pada jarak kurang dari 500 meter dari manusia. Berdasarakan pemaparan diatas, maka dilakukan optimalisasi teknik peledakan dalam rangka mengurangi getaran tanah agar sesuai dengan nilai ambang batas SNI 7571: 2010 (≤ 3,0 mm/s) dan pemenuhan terhadap regulasi KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 sehingga kegiatan peledakan dan pertambangan dapat dilakukan dalam rangka konservasi cadangan batubara pada area penambangan yang berjarak 150-500 meter dari pemukiman. Adapun optimalisasi teknik peledakan yang dilakukan yakni pengaturan isian bahan peledak, kustomisasi delay/rangkaian peledakan, penggunaan air deck, dan subtitusi material stemming menggunakan batu pecah (gravel). Optimalisasi tersebut terbukti dapat menghasilkan getaran tanah yang berada dibawah nilai ambang batas (PVS ≤ 3,0 mm/s) sesuai SNI 7571 : 2010 pada radius 500-150 meter dari pemukiman sehingga kegiatan penambangan/peledakan dapat tetap dilakukan dan cadangan batubara sebesar 660.580 ton dapat dikonservasi. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/279 IMPLEMENTASI USED OIL 100% PADA BAHAN PELEDAK S300 ECO DI PT KALTIM PRIMA COAL 2023-02-21T09:07:13+00:00 Iwan Purba Iwan@gmail.com Radja Nove Putra Radja@gmail.com Produksi PT Kaltim Prima Coal (KPC) dimulai sejak tahun 1992 dan menambang rata-rata 450 juta bcm overburden setiap tahunnya. Di tahun 2021, KPC memindahkan 453 juta bcm overburden menggunakan 85.000 ton bahan peledak. Aktivitas penambangan yang masif ini menghasilkan rata-rata 8 juta liter used oil setiap tahun. Secara konsisten KPC terus mengimplementasikan proses peledakan yang efektif dan efisien untuk mengoptimalkan biaya peledakan, salah satunya dengan mengganti bahan bakar (solar) dengan used oil pada bahan peledak. Used oil dikategorikan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) yang penanganannya cukup kompleks. Untuk mendapatkan used oil yang memenuhi kualifikasi sebagai campuran bahan peledak, used oil akan ditangani secara khusus sehingga kandungan air dan endapan lain berada di level yang dapat diterima. Untuk memenuhi ekspektasi KPC terkait penggunaan used oil pada bahan peledak, PT AEL Indonesia (AEL) menggunakan bahan peledak seri S300 Eco. Tipe bahan peledak S300 Eco ini didesain khusus agar kompatibel menggunakan used oil dengan tujuan mengurangi penggunaan bahan bakar karbon dan proteksi terhadap lingkungan. Used oil yang memenuhi kualitas digabungkan dengan emulsifier khusus AEL berhasil menunjang penggunaan used oil menggantikan solar 100% pada bahan peledak dengan tetap menjaga kualitas dan performa bahan peledak yang dibuat. Sejak diimplementasikan pada tahun 2011 hingga 2021, KPC telah berhasil menghemat 25,5 juta liter solar yang ekuivalen dengan rata-rata 2,3 juta liter solar per tahun. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/280 ANALISIS POTENSI DAN ARAH STRATEGI KEBIJAKAN LOGAM TANAH JARANG DI INDONESIA 2023-02-21T09:07:13+00:00 Adinda Ramadhani Haka Putri adinda.rama98@gmail.com Agam Diandra Lesmana adinda.rama98@gmail.com Sumber daya logam tanah jarang (LTJ) merupakan material kritis dunia karena dinilai memiliki prospek strategis di masa depan. Proyeksi kebutuhan akan LTJ di dunia meningkat seiring dengan pengembangan energi hijau atau energi yang bersifat lebih ramah lingkungan. Dalam pemenuhan kebutuhan teknologi tinggi tersebut, keterdapatan LTJ berpotensi menjadi mineral kritis dunia. Mineral didefinisikan sebagai kritis jika memiliki kepentingan ekonomi yang tinggi dan pasokannya dikaitkan dengan risiko yang signifikan. Pada dasarnya, LTJ merupakan kumpulan dari 17 unsur kimia pada tabel periodik yang terdiri dari 15 unsur kelompok lanthanida ditambah dengan yttrium dan scandium. Istilah “jarang” pada logam tanah jarang mengacu pada kehadiran yang “tidak umum dijumpai” karena jumlahnya yang terbatas. Dalam periode 2011-2019, beberapa negara termasuk Indonesia berhasil mengidentifikasi keberadaan sumber daya LTJ. BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) memperkirakan terdapat potensi 1,5 miliar ton bijih cadangan LTJ yang tersebar di Indonesia, meliputi: Bangka Belitung, Kalimantan, Kepulauan Riau, Sulawesi, Jawa Barat, dan Papua. Namun pada realisasinya, Indonesia belum menetapkan definisi dan daftar mineral kritis sebagai sumber daya strategisnya, termasuk LTJ. Sehingga membuat negara Indonesia belum diakui memiliki komoditas mineral kritis yang berpotensi ekonomis untuk dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan belum adanya eksplorasi yang sistematis untuk keterdapatan LTJ di Indonesia. Sejalan dengan UU Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang pengembangan dan peningkatan nilai tambah kegiatan usaha pertambangan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keterdapatan LTJ serta menentukan arah strategi kebijakannya. Riset ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis metode kualitatif yang menjelaskan mengenai peluang potensi LTJ dengan implementasinya pada peningkatan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa rekomendasi kebijakan, di antaranya: 1) perlu dilakukan kegiatan eksplorasi yang berfokus pada greenfield/ wilayah-wilayah baru yang belum pernah dijamah, 2) penerapan teknologi informasi untuk menjaga kerahasiaan data dan informasi eksplorasi, 3) penerapan kewajiban pembatasan ekspor produk yang belum dilakukan pemurnian, 4) merumuskan kebijakan iklim investasi yang lebih fleksibel, 5) menentukan langkah CSR di daerah prospek. Di samping itu, faktor kunci keberhasilan eksplorasi yang sistematis pada penemuan potensi LTJ ini tentunya sangat membutuhkan dukungan sinergi dari berbagai pihak seperti pemerintah, universitas, lembaga penelitian, perusahaan tambang termasuk BUMN maupun swasta, dan organisasi profesi seperti Perhapi dan MGEI-IAGI 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/281 ANILISIS DAMPAK BIAYA DAN LINKUNGAN PADA SKENARIO OPTIMASI PEMANFAATAN LIMBAH OLI SEBAGAI PENCAMPUR BAHAN PELEDAK (STUDI KASUS PT BERAU COAL) 2023-02-21T09:07:14+00:00 Saeful Aziz saeful.aziz@beraucoal.co.id Taufik Faturohman saeful.aziz@beraucoal.co.id PT Berau Coal sebagai perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang energi untuk komoditas batubara, berkontribusi dalam penyediaan energi global. Salah satu upaya PT Berau Coal dalam mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi adalah dengan menerapkan konsep 3R waste oil sebagai blending agent untuk kegiatan peledakan pada proses penambangan. Improvement project ini memberikan banyak manfaat bagi perusahaan terutama dari segi aspek keuangan dalam hal efisiensi biaya dan kepatuhan lingkungan. Pelaksanaan proyek ini telah dilakukan sejak tahun 2015. Selama kurun waktu 2015-2020 masih terdapat kesenjangan antara realisasi penggunaan limbah oli sebagai blending agent dengan rata-rata komposisi pelaksanaan sebesar 34% dari limbah oli yang tersedia. kapasitas pabrik pengolahan dan izin yang ada optimum sebesar 48%. Penelitian ini menghitung gap yang kemudian didefinisikan sebagai hilangnya peluang yang terjadi pada periode 2015-2020 dan memberikan skenario optimasi pemanfaatan limbah oli pada periode 2021-2025 untuk menciptakan dampak optimal pada efisiensi biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Ruang lingkup penelitian ditinjau dari aspek finansial dengan pendekatan konsep capital budgeting dan aspek lingkungan melalui pendekatan konsep Proper dan carbon pricing hingga monetisasi manfaat pengurangan emisi karbon. Data diperoleh dari berbagai sumber antara lain data perusahaan, studi pratinjau, dan data yang tersedia di berbagai media publikasi. Hasil pengolahan data, dampak optimalisasi pemanfaatan limbah oli dengan komposisi 100% terhadap efisiensi biaya adalah $2.086.995.64 atau meningkat 232% dari NPV pemanfaatan limbah oli dengan kinerja eksisting. Kontribusi pengurangan intensitas konsumsi energi meningkat sebesar 0,62% dari pencapaian pemanfaatan limbah oli dengan kinerja yang keluar atau setara dengan 585.296,31 GJ. Kontribusi penurunan intensitas emisi GRK meningkat 0,04% dari pencapaian pemanfaatan limbah oli dengan kinerja eksisting atau setara dengan 7.241,99 ton CO2eq atau setara dengan $41.122,92. Kesimpulannya, optimalisasi pemanfaatan limbah oli bumi sebagai pengganti bahan bakar minyak sebagai campuran bahan peledak memberikan dampak ganda yang optimal terhadap efisiensi biaya dan mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/282 ANALISIS PENGARUH LAJU PEMBEBANAN TERHADAP KUAT TEKAN UNIAKSIAL BATU GAMPING DAN BATU PERIDOTIT 2023-02-21T09:07:14+00:00 Abdul Hamid S. hamidlantade@gmail.com Sahrul Sahrul hamidlantade@gmail.com Rina Rembah hamidlantade@gmail.com Penelitian ini menggunakan dua jenis sampel batuan yaitu sampel batu gamping yang diambil di PT. Diamond Alfa Propertindo, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah dan sampel batu peridotit yang diambil di PT. Karyatama Konawe Utara (KKU), Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju pembebanan terhadap kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji kuat tekan uniaksial (UCS), yang merupakan uji untuk menentukan kekuatan batuan di bawah satu komponen tegangan (uniaksial). Sampel yang akan digunakan pada pengujian ini berbentuk silinder yang akan ditekan sampai sampel batuan tersebut mengalami keruntuhan dengan menggunakan mesin tekan (Compression Machine). Jumlah sampel yang digunakan yaitu 6 sampel (3 sampel batu gamping dan 3 sampel batu peridotit) kemudian akan di uji kuat tekan uniaksial dengan laju pembabanan 15000 KPa/s (15 MPa/s), 30000 KPa/s (30 MPa/s) dan 50000 KPa/s (50 MPa/s). Hasil penelitian dari uji kuat tekan uniaksial pada batu gamping dengan kode sampel SG 1 memiliki nilai tertinggi yaitu 4,78 MPa, sedangkan SG 2 dan SG 3 memiliki nilai 4,01 MPa dan 3,82 MPa. Untuk kuat tekan uniaksial batu peridotit nilai yang paling tinggi dimiliki oleh sampel dengan kode SP 1 yaitu 2,73 MPa, sedangkan sampel dengan kode SP 2 memiliki nilai 2,43 MPa dan SP 3 memiliki nilai sebesar 2,12 MPa. Berdasarkan hasil analisis laju pembebanaan terhadap nilai kuat tekan uniaksial pada batu gamping dan batu peridotit diperoleh bahwa laju pembebanan mempengaruhi nilai kuat tekan uniaksial dan memiliki hubungan yang bersifat kebalikan atau negatif dimana seiring dengan dinaikkan laju pembebanan maka nilai kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit menurun.Penelitian ini menggunakan dua jenis sampel batuan yaitu sampel batu gamping yang diambil di PT. Diamond Alfa Propertindo, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah dan sampel batu peridotit yang diambil di PT. Karyatama Konawe Utara (KKU), Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju pembebanan terhadap kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji kuat tekan uniaksial (UCS), yang merupakan uji untuk menentukan kekuatan batuan di bawah satu komponen tegangan (uniaksial). Sampel yang akan digunakan pada pengujian ini berbentuk silinder yang akan ditekan sampai sampel batuan tersebut mengalami keruntuhan dengan menggunakan mesin tekan (Compression Machine). Jumlah sampel yang digunakan yaitu 6 sampel (3 sampel batu gamping dan 3 sampel batu peridotit) kemudian akan di uji kuat tekan uniaksial dengan laju pembabanan 15000 KPa/s (15 MPa/s), 30000 KPa/s (30 MPa/s) dan 50000 KPa/s (50 MPa/s). Hasil penelitian dari uji kuat tekan uniaksial pada batu gamping dengan kode sampel SG 1 memiliki nilai tertinggi yaitu 4,78 MPa, sedangkan SG 2 dan SG 3 memiliki nilai 4,01 MPa dan 3,82 MPa. Untuk kuat tekan uniaksial batu peridotit nilai yang paling tinggi dimiliki oleh sampel dengan kode SP 1 yaitu 2,73 MPa, sedangkan sampel dengan kode SP 2 memiliki nilai 2,43 MPa dan SP 3 memiliki nilai sebesar 2,12 MPa. Berdasarkan hasil analisis laju pembebanaan terhadap nilai kuat tekan uniaksial pada batu gamping dan batu peridotit diperoleh bahwa laju pembebanan mempengaruhi nilai kuat tekan uniaksial dan memiliki hubungan yang bersifat kebalikan atau negatif dimana seiring dengan dinaikkan laju pembebanan maka nilai kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit menurun. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/283 OPTIMALISASI DISPOSAL PADA AREA RAWA SANGAT LUNAK DAN JENUH AIR, TAMBANG GURIMBANG, PT. BERAU COAL 2023-02-21T09:07:14+00:00 Henrycus Nesha Ardenta henrycus.nesha@beraucoal.co.id Rahma Fitrian henrycus.nesha@beraucoal.co.id Lukman Hakim henrycus.nesha@beraucoal.co.id Dian Permana Putra henrycus.nesha@beraucoal.co.id OPD West adalah salah satu Out-Pit Dump (OPD) di Gurimbang Mine Operation (GMO), PT Berau Coal, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Karakteristik lokasi OPD West merupakan area material rawa dengan kandungan air yang sangat tinggi dan ditumbuhi oleh vegetasi yang lebat. Berdasarkan soil investigation dengan metode uji Standard Penetration Test (SPT) dan CPTu, diketahui terdapat rawa sangat lunak (Very soft clay) dengan ketebalan 19.5 m dan kandungan air 89%. Dengan karakteristik material rawa tersebut, proses penimbunan di area ini akan memicu pergerakan rawa dan timbunan (heaving dan settlement) serta menginisiasi terjadinya banjir lumpur (flood flow) jika tidak diantisipasi sejak dini. Lokasi OPD West ini tidak terlalu jauh dari jalan umum (±500 m) sehingga kegagalan geoteknik dan hidrologi yang terjadi selain berdampak terhadap aspek keselamatan, lingkungan, dan produksi juga akan berdampak kepada isu eksternal dan citra perusahaan. Sehingga dibutuhkan perencanaan dan penanganan yang tepat untuk meminimalisir potensi dampak penimbunan di area rawa tersebut. Pengendalian yang dilakukan yaitu dengan melakukan manajemen air permukaan dengan membuat paritan dan jaring darinase untuk mengarahkan aliran dan meniriskan kandungan air rawa kemudian rekayasa tahapan penimbunan untuk meminimalisir pergerakan rawa. Selama proses penimbunan dilakukan evaluasi dan monitoring geoteknik dan hidrologi secara kontinyu. Upaya pengendalian yang dilakukan berhasil meminimalisir potensi pergerakan rawa dan timbunan serta banjir lumpur sehingga proses penimbunan berjalan aman dan sesuai target yang direncanakan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/284 Slope Stability Analysis for Optimization of Coal Blocks 7-12, Seam H Pit T4U, Sambarata Mine Operation, PT Berau Coal Based on Mohr-Coulomb Failure Criterion 2023-02-21T09:07:14+00:00 Erlangga Adi Nugroho erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Yuzar Chairil Firmansyah erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Lukman Hakim erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Mine planning is the process of determining mine design and operational activities carried out to determine the feasibility of mine design and operational activities. Mining design certainly requires slope stability analysis to ensure the safety and security of mining operations and the resource itself. Differences between mine design and actual conditions in the field can occur at any time, such as coal optimization. This coal optimization can be done but still have to pay attention to the slope stability. There are several methods to analyze slope stability, such as the limit equilibrium method which is based on the Mohr-Coulomb failure. This method is a slope stability analysis method used to determine the response of rock material to the forces acting on the material. This method is the method used to conduct slope stability analysis for optimization of blocks 7-12, seam H Pit T4U, Sambarata Mine Operation, PT Berau Coal. In addition to slope stability analysis, monitoring using Slope Stability Radar (SSR) is also needed to monitor deformation in the area. Optimization is carried out to increase the amount of coal production but by still paying attention to the safety factor of the slopes. Optimization is done by adding a decrease in elevation whereas, in the initial planning, mining activities are only carried out up to an elevation of (-60) mRL . After optimization, mining activities can be continued up to an elevation of (-70) mRL. Based on data on production targets in block 7-12, seam H, Pit T4U, the target of coal production at that block is 445 metric tons (MT) and after optimization, coal production at that block increased by 44.9% to 645 MT. Based on the geotechnical analysis, this optimization can be carried out. However, in practice, monitoring of mining activities is necessary and monitoring is required through Slope Stability Radar (SSR) monitoring to monitor deformation, especially in the high wall area to anticipate material movement. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/285 PENENTUAN KONDISI KESTABILAN TIMBUNAN PIT MENGGUNAKAN PRISMA BERDASARKAN NILAI AMBANG BATAS LAJU PERGERAKAN RELATIF HASIL UJI BALIK 2023-02-21T09:07:14+00:00 Zidni Ilman Munthaha zidni.munthaha@kpc.co.id Kuat Yogiristanto zidniilmanm@gmail.com Alam Tronics zidniilmanm@gmail.com Pemantauan pergerakan lereng menggunakan pengamatan prisma merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan dalam kegiatan tambang terbuka untuk menentukan kondisi kestabilan lereng timbunan. Metode pemantauan ini dapat memberikan data pergerakan vertikal maupun horizontal yang menghasilkan total vektor, besaran pergerakan, dan laju pergerakan timbunan secara relatif terhadap waktu pengambilan data. Secara umum, kondisi kestabilan lereng dapat diinterpretasi melalui kurva antara total pergerakan timbunan terhadap waktu pengambilan data. Namun setiap individu yang memiliki pengalaman geoteknik berbeda memungkinkan menghasilkan interpretasi yang berbeda. Sehingga studi ini dilakukan untuk dapat mengkuantifikasi kondisi kestabilan lereng melalui kurva laju pergerakan timbunan secara relatif terhadap waktu pengambilan data. Melalui analisa uji balik terhadap kejadian longsor pada timbunan inpit di Pit ABC, yang memiliki rekaman data pembacaan prisma mulai dari kondisi stabil sampai pada kondisi pasca-longsor, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa kuantifikasi nilai kecepatan pergerakan relatif terhadap data dua hari sebelumnya (48jam) dapat dijadikan acuan dalam menentukan ko 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/286 ALGORITMA PERENCANAAN TATA KELOLA AIR 2023-02-21T09:07:14+00:00 Fahmi Syaifudin fahmi.syaifudin@kpc.co.id Yogi Irmas Pratama fahmi.syaifudin@kpc.co.id Salah satu prinsip dalam tata kelola air tambang batu bara terbuka adalah kontrol kuantitas air. Konfigurasi desain kolam optimal yang diterapkan terdiri atas embung kering sebagai kolam detensi untuk kontrol debit dan kolam labirin untuk pengolahan kualitas air. Sumber air yang akan diolah pada kolam pengendap berasal dari limpasan air permukaan (run off) yang muncul ketika terjadi hujan (event flow). Selain itu terdapat aliran dasar (base flow) yang berasal dari pompa pit (dewatering pump) dan aliran natural yang alirannya cenderung bersifat terus menerus (continuous flow). Pada pemodelan hidrograf, perhitungan aliran dasar dipisahkan dengan aliran limpasan. Pemisahan perhitungan berdasarkan karakteristik aliran akan memberikan ruang lebih untuk mengakomodasi volume air dari bangkitan event flow, terutama pada kondisi hujan yang terjadi berulang pada hari berikutnya. Penerapan metode ini pada simulasi lebih menggambarkan kondisi faktual. Kontrol debit harus mempertimbangkan besaran continuous flow, kemampuan kapasitas kolam kontrol debit yang bisa dibangun, dan kapasitas instalasi pengolahan kualitas air. Kapasitas outlet harus mempertimbangkan continuous flow untuk dapat secara langsung dikeluarkan dari sistem kolam detensi. Hasil dari simulasi perhitungan menunjukkan bahwa tinggi muka air pada intake saluran akan cepat kembali normal pada kejadian hujan dan debit yang timbul akibat hujan susulan dapat ditangani. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/287 OPTIMALISASI TAMBANG PIT C2HU DENGAN METODE SECANT PILE PADA AREA RAWA DI SITE SAMBARATA, PT BERAU COAL 2023-02-21T09:07:14+00:00 Arif Rahman Putranto arif.putranto@beraucoal.co.id Dudu Anwar Sanusi arif.putranto@beraucoal.co.id Ichsan Sebastian arif.putranto@beraucoal.co.id Andre Bharata arif.putranto@beraucoal.co.id Lukman Hakim arif.putranto@beraucoal.co.id Sambarata Mine Operation (SMO) merupakan salah satu site penambangan yang dimiliki oleh PT Berau Coal, dimana pada Site ini terdapat 4 pit penambangan aktif yang menjadi prioritas penambangan pada tahun 2022 salah satunya adalah Pit C2HU. Pit C2HU ini memiliki cadangan volume batubara sebesar 6,4 juta ton dengan kalori ≥ 6000 cal/gr., Pit C2HU berada di area rawa yang memiliki kedalaman mencapai 15 meter dan berada dekat dengan Sungai Sambarata yang merupakan Sungai orde 3 dengan lebar sungai ±20 meter dan memiliki beda tinggi pasang surut hingga 7 m. Dengan kondisi rawa dan kondisi regional Pit C2HU, proses penambangan dengan metode cut and fill konvensional membutuhkan lereng yang sangat landai untuk mendapatkan kestabilan lereng yang aman. Hal ini akan berdampak pada hilangnya cadangan Batubara pada Pit C2HU. Dinding penahan tanah menggunakan metode Secant pile merupakan salah satu improvement yang dilakukan untuk optimalisasi penambangan batubara di Pit C2HU. Secant pile merupakan dinding penahan tanah yang dibentuk dengan menggunakan bored pile yang disusun dengan rapat, sehingga beban lateral dari material rawa, embankment sungai dan rencana jalan hauling dapat ditahan oleh Bored pile berdiameter 1.180 mm yang dikombinasikan dengan dinding utama serta buttress. Dengan metode secant pile ini, overall slope tambang dapat dibentuk lebih tegak dari rekomendasi awal geoteknik yaitu lereng dibentuk sudut 6 derajat pada material rawa dan dengan adanya secant pile lereng material rawa dapat dibentuk menjadi sudut 90 derajat, hal ini juga berperan terhadap optimalisasi cadangan batubara tambahan sebesar 1,13 juta Ton. Pemodelan secant pile dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 3D dengan didukung data geooigi, geoteknik dan hidrologi sehingga didapatkan desain yang optimal. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga telah mempertimbangkan aspek keselamatan operasional sehingga aktivitas pada saat konstruksi dapat berjalan dengan aman. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/288 PERENCANAAN COUNTERWEIGHT UNTUK MITIGASI PASCA LONGSOR DI SIDE WALL PIT C2, SAMBARATA MINE OPERATION, PT BERAU COAL 2023-02-21T09:07:15+00:00 Erlangga Nugroho erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Yuzar Chairil Firmansyah erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Hanafi Hanafi erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Lukman Hakim erlangga.nugroho@beraucoal.co.id Kegiatan pertambangan membutuhkan perencanaan desain tambang yang baik karena berkaitan dengan faktor keselamatan dan keuntungan produksi. Perhitungan faktor keamanan memiliki variabel acak yang menyebabkan ketidakpastian sehingga menimbulkan kegagalan desain. Salah satu variabel acak yang dapat menyebabkan kegagalan pada lereng adalah keberadaan struktur seperti yang terjadi di side wall Pit C2, Sambarata Mine Operation (SMO), PT Berau Coal.Terdapat 3 joint mayor yang memotong permukaan arah umum lereng sehingga terjadi longsor dengan tipe flexural toppling. Longsor ini terjadi karena keberadaan struktur yang tidak dapat diperhitungkan oleh perangkat lunak (slide) yang hanya mampu menghitung nilai faktor keamanan lereng secara keseluruhan tanpa memperhatikan keberadaan struktur. Longsor ini harus segera ditangani sehingga tidak menghambat kegiatan operasional pertambangan. Jika longsor ini tidak ditangani, maka longsor ini dapat mengakibatkan kerugian sekitar 305 Metrik Ton dan meningkatkan nilai stripping ratio dari 9.49 menjadi 9.57 sehingga perlu adanya mitigasi pasca longsor. Counterweight merupakan salah satu metode mitigasi pasca longsor. Pembuatan counterweight ditujukan seabgai penahan di kaki lereng. Pembuatan counterweight dilakukan berdasarkan analisis geoteknik seperti pengujian laboratorium dan analisis kestabilan lereng. Berdasarkan hasil pengujian sampel, dapat diketahui bahwa material yang digunakan adalah material fresh blast dengan nilai berat jenis 19 kN/𝑚𝑚3, kohesi 65 kPa, dan nilai sudut gesek dalam 20°. Pembuatan counterweight dibagi menjadi tiga tahapan sesuai dengan hasil dari analisis kestabilan lereng, dimulai dari pembuatan akses hingga pengisian material dari elevasi (-40) m hingga elevasi (-20) m. Nilai faktor keamanan yang ditunjukkan selama proses pembentukan counterweight tiap tahap hingga ke tahap akhir menunjukkan nilai di atas 1,3 yang menunjukkan bahwa lereng tersebut stabil. Namun dalam pembentukannya, tetap dibutuhkan pemantauan baik itu terhadap aspek geoteknik maupun dalam teknis pembentukannya sehingga desain counterweight yang terbentuk sesuai dengan desain yang diharapkan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/289 INKUSI TEKNOLOGI MINING EYES PADA APLIKASI METODE LOADING READY TO REVERSE DI PIT C1 BLOK 8 PT BERAU COAL 2023-02-21T09:07:15+00:00 Saeful Aziz saeful.aziz@beraucoal.co.id Safril Hasani saeful.aziz@beraucoal.co.id Pandu Zea Ardiansyah saeful.aziz@beraucoal.co.id Andhika Indra Subroto saeful.aziz@beraucoal.co.id Bagus Pranugraha saeful.aziz@beraucoal.co.id Hafidz Nasher saeful.aziz@beraucoal.co.id Pit C1 Blok 8 Site Binungan Mine Operation Area 2 PT Berau Coal merupakan salah satu area operasional penambangan batubara dengan karakteristik multi-seam, kemiringan lapisan batubara pada interval 12 – 20 derajat, ketebalan lapisan batubara pada interval 0.5 – 7.5 meter, dan variasi ketebalan interburden pada interval 3 – 300 meter. Karakteristik endapan batubara menjadi salah satu pertimbangan dalam pembentukan disain penambangan batubara yang dikolaborasikan dengan disiplin ilmu lain diantaranya geoteknik, hidrologi, safety and environment, inklusi teknologi, dan aspek – aspek lainnya. Produktivitas alat gali-muat menjadi salah parameter penting dalam mengukur efektivitas operasi produksi. Salah satu yang mempengaruhi produktivitas alat gali muat adalah metode loading di area front penambangan. Salah satu metode loading yang dapat diterapkan adalah ready to reverse. Salah satu value yang dipegang oleh PT Berau Coal yakni continuous improvement. Didorong oleh semangat dari value tersebut, PT Berau Coal melakukan kajian dan implementasi terkait kemungkinan pengawasan jarak jauh melaui mining eyes (cctv) dapat mendukung proses operasi produksi termasuk melakukan verifikasi jarak jauh dalam penerapan metode loading ready to reverse. Tujuan improvement ini adalah untuk meningkatkan efektivitas dan safety penerapan metode loading ready to reverse yang sebelumnya dilakukan melalui verifikasi langsung di lapangan oleh pengawas. Adapun area kajian dan implementasi ini dilaksanakan di Pit C1 Blok 8 Site Binungan Mine Operation Area 2 PT Berau Coal. Dalam penelitian ini penulis bersama team yang yang dibentuk (terdiri dari department Mine Planning, Mine Operation, Safety, Operation Training and Development) melakukan perencanaan menggunakan siklus plan, do, check, action (PDCA) terkait parameter dan standar yang proper untuk digunakan sebagai bagian dari manajemen perubahan. Hasil improvement ini menunjukan bahwa pengayaan inklusi tekonologi mining eyes pada pengaplikasian metode loading ready to reverse di Pit C1 Blok 8 PT Berau Coal dapat meningkatkan kontribusi positif terhadap capaian produksi sebesar 524.880 m3/bulan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/290 PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMOMPAAN LUMPUR UNTUK PENAMBANGAN KEMBALI TAMBANG EAST1, TAMBANG LATI – PT. BERAU COAL 2023-02-21T09:07:15+00:00 Yunus Surya Anggara yunus.anggara@beraucoal.co.id Yosua Posma Tambunan yunus.anggara@beraucoal.co.id Iwan Setiawan yunus.anggara@beraucoal.co.id Pada rencana penambangan akhir (Life of Mine) Pit PQRT terdapat area lubang bekas tambang (Void) East1 yang masih menyisakan cadangan batubara 2.17 juta ton dengan stripping ratio (SR) 5.5. Void East1 terakhir ditambang tahun 2011 sehingga meninggalkan lumpur (mud) yang diperkirakan mencapai 1.5 juta m3 dan air sebesar 15.5 juta m3. Sementara dalam rencana penambangan tahun 2021, sisi barat Void East1 sudah masuk sequence penambangan di akhir tahun 2021, oleh sebab itu diperlukan penanganan terkait lumpur di Void East1. Untuk penanganan lumpur Void East1 terdapat dua pilihan metode, yaitu secara konvensional menggunakan unit loader dan hauler atau menggunakan teknologi pompa lumpur (slurry pump). Setelah dikaji dari aspek operasional dan keselamatan serta perhitungan biaya operasional, maka metode penggunaan pompa lumpur jauh lebih efektif, efisien, dan ekonomis. Terminologi slurry sendiri merupakan campuran material lumpur (mud) yang solid (S.G = 1.8 gr/cc) dengan air (S.G = 1.0 gr/cc) sehingga diperoleh Specific Gravity (S.G) dari slurry sebesar 1.3 gr/cc. Secara teknis metode pemompaan lumpur Void East1 menggunakan 2 unit pompa lumpur diameter 8 inci (HP8K) dari Eddy Pump (dredger) ke slurry tank (hooper) untuk kemudian dipompakan menggunakan 1 unit pompa booster diameter 6 inci dari Warman. Lokasi pembuangan (disposal) slurry adalah Void OS yang terletak 4 km di sebelah Barat Void East1. Keseluruhan pompa booster yang digunakan dari Void East1 sampai Void OS mencapai 4 unit pompa dengan panjang pipa HDPE mencapai 4,220 meter. Sementara itu untuk freshwater Void East1 dipompakan menuju Water Monitoring Point (WMP) 13 &amp; 15 LT. Pemompaan slurry Void East1 yang dimulai dari bulan April sampai Desember 2021 berhasil memompakan volume slurry sebesar 2.8 juta m3 dengan S.G rata-rata dari slurry sebesar 1.23 gr/cc. Debit rata-rata 1 unit pompa slurry mencapai 338 m3/jam. Volum lumpur (mud) Void East1 yang berhasil dipindahkan ke disposal Void OS menggunakan pemompaan slurry mencapai 724 ribu m3. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/291 PENINGKATAN KAPASITAS PELEDAKAN TROUGH SEAM BLAST DI PT. KALTIM PRIMA COAL (PT. KPC) 2023-02-21T09:07:15+00:00 Kiagus Nirwan Kiagus@gmail.com Peledakan terkontrol tembus batu bara atau yang lazim disebut peledakan through seam blast (TSB) merupakan metode peledakan terkini untuk mendapatkan beberapa hasil peledakan dalam satu proses tunggal dimana overburden, batu bara, dan interburden diledakan dalam satu kali proses. Metode ini memiliki maksud dan tujuan inti yakni untuk mengurangi waktu tunggu pada aktifitas pengeboran-peledakan, mengoptimalkan pencapaian powder factor (PF) pada elevasi tujuan peledakan dengan tetap menjaga parameter fragmentasi, meningkatkan kuantitas blasting material, mengeliminasi peledakan top of coal (TOC), memastikan ketercapaian kualitas dan target recovery batu bara tertambang setelah peledakan, dan mengurangi intensitas pengeboran-peledakan sehingga akan berdampak pada peningkatan target produktifitas alat muat. Pada operasional peledakan di PT. KPC, metode ini mulai diujicobakan pada tahun 2015 di area penambangan Mining Operation Division (MOD), dan kemudian implementasinya terus dikembangkan dengan memperhatikan perbaikan bekelanjutan pada sisi teknis maupun operasionalnya. Pada awalnya peledakan TSB memiliki tingkat ketercapaian sekitar 20% dan kemudian terus meningkat sampai 90% pada pit MOD di tahun 2021. Tulisan ini dibuat untuk memaparkan proses transisi peledakan konvensional menjadi peledakan through seam blast dengan paremeter ukur yang spesifik. Sehingga dalam aplikasinya seluruh hal yang menjadi Key performance Indicator (KPI) seperti tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan kerja, ketercapaian fragmentasi dan waktu penggalian (digging time), tidak ada kerusakan batu bara dan ketercapaian target hilang atau kontaminasi batu bara, dan perhitungan potensial cost saving pada praktek peledakan ini. Tujuan dari pelaksanaan peledakan TSB adalah untuk memberikan perbaikan pada operasional penambangan karena dapat mengurangi frekuensi peledakan sekitar 20-30% dibandingkan dengan peledakan konvensional, memberikan kontribusi penghematan bahan peledak (tingkat PF) sampai 10% dan memberikan potensial keuntungan sampai dengan $589K sejak awal project sampai dengan YTD Juli 2022. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/292 PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN FUEL RATIO MELALUI PROJECT DIGITALISASI 2023-02-21T09:07:15+00:00 Eko Ariyanto eko.ariyanto@kpc.co.id Fuel Cost merupakan salah satu unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas Penambangan. Biaya rata-rata Pemakain fuel dari total cost penambangan berkisar +/- 35%. Dengan besarnya biaya tersebut maka harus dipastikan pemakaian fuel harus efektif dan efisien. Untuk mendapatkan pemakaian fuel yang efisien maka dibutuhkan beberapa perbaikan baik dari segi operational, technical dan equipment. Perbaikan – perbaikan tersebut bertujuan untuk memastikan fuel ratio bisa lebih effective dan effisient sehingga diikuti dengan penurunan biaya pemakaian fuel. Perbaikan fuel ratio harus dilakukan secara berkesinabungan sehingga diperlukan mekanisme dan metode yang memudahkan kita dalam melakukan identifikasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Dengan digitalisasi yang dilakukan secara menyeluruh yang meliputi seluruk aktififitas operasional penambangan maka kita akan mampu mengidentifikasi kontributor penyebab kenaikan fuel sehingga dapat segera ditentukan perbaikan yang diperlukan. Key initiative yang harus dilakukan monitoring dan dipastikan selalu dalam kondisi ideal agar fuel ratio bisa efisien adalah kondisi jalan, kondisi loading point, kondisi dumping point, operator heatmap dan FBR unit loading. Pengelolaan data secara digital dengan engine Power Bi yang bersumber dari data otomatis maupun manual mampu mengklasifikasi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya yang terdiri dari Overburden Loading, overburden hauling, coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling dan support. Dengan membagi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya maka memudahkan dalam mengukur aktifitas mana yang sesuai dengan rencana atau lebih tinggi dari rencana, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara fokus terhadap aktifitas yang diatas rencana. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/293 PENERAPAN DATA MINING UNTUK PREDIKSI UJUK KERJA OPERASIONAL PENAMBANGAN BATUBARA 2023-02-21T09:07:15+00:00 Sumarjono Sumarjono Sumarjono@gmail.com M. Arif Saputra Saputra Arif@gmail.com Dalam operasional penambangan batubara 24 jam sehari dan 7 hari seminggu yang menerapkan Fleet Management System (FMS) menghasilkan data ujuk kerja operasional seperti spotting time, loading time, payload, Physical Availability, digrate &amp; productivity yang menjadi perhatian semua pemangku kepentingan dalam operasional tambang. Data tersebut secara individu dianalisasi sesuai kebutuhan masing-masing pihak. Perkembangan teknologi dan sistem informasi menggunakan data mining sebagai metode pengambilan dan pemrosesan data yang berkembang. Data yang menumpuk dari waktu ke waktu, tidak akan memiliki nilai yang berharga jika tidak dilakukan analisis. Untuk menganalisis data historis, maka perlu digunakan metode yang tepat. Metoda Data Mining merupakan solusi yang tepat untuk menganalisis data historis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pola dari data operasional dan dapat melakukan prediksi terhadap ujuk kerja yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengayaan data mining dan software yang digunakan adalah Rapidminer. Pengujian menggunakan Rapidminer didapatkan model dari suatu proses operasional berdasarkan data historical dan model tersebut akan diimplementasikan sebagai prediksi terhadap capaian ujuk kerja operasional. Penelitian ini akan dilakukan untuk mengukur keakuratan data hasil prediksi menggunakan Regresi Linier dengan tujuan untuk mendapatkan hasil tingkat akurasi yang ditawarkan oleh metode tersebut. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/294 PEMBANGUNAN JEMBATAN HD 785 (PIT E BLOK 7 EAST – OPD H4 BLOK 56) DALAM RANGKA MENDUKUNG TARGET RENCANA PRODUKSI DI BMO PT BERAU COAL 2023-02-21T09:07:16+00:00 Adnan Fadhlullah Muharam adnan.muharam@beraucoalenergy.co.id Dudu Anwar Sanusi adnan.muharam@beraucoalenergy.co.id Ichsan Sebastian adnan.muharam@beraucoalenergy.co.id Binungan Mine Operation (BMO) adalah salah satu site operasional tambang yang dimiliki oleh PT Berau Coal, dengan rencana produksi site BMO dari tahun 2017 hingga 2025 adalah sebesar 646 Juta Bcm overburden (OB) dan 61 juta MTon (MT) batu bara dengan stripping ratio (SR) 10.58. Untuk merealisasikan rencana penambangan tersebut dibutuhkan jembatan pengangkutan Over Burden (OB) yang melintasi Sungai Inaran dengan lebar sungai ± 30 meter dan tinggi pasang surut hingga 7 m. Jembatan pengangkutan OB akan menghubungkan PIT E (blok 7) dengan Out Pit Dump (OPD) Pit H4 blok 5-6 yang memiliki kapasitas sebesar 60 juta Bcm. Dengan mempertimbangkan volume timbunan yang di rencanakan dan opportunity dumping jarak dekat, desain jembatan dibuat dua lajur agar kegiatan penambangan dapat optimal. Jembatan dibangun dengan bentang 50 m, dan dibagi menjadi 2 segmen yaitu bentang 24 m dan 26 m. Jembatan di desain untuk bisa mengakomodir unit Heavy Duty (HD) 785 dengan berat total (muatan) 163.78 t. dan axle load (maks) 112.353 t serta dibangun dengan sistem komposit meggunakan girder baja. Permodelan jembatan dilakukan dengan menggunakan program Autodesk Robot Structure dengan di dukung data geoteknik, sehingga didapat desain yang optimal. Dengan dibangunnya jembatan HD ini, menjadikan alternative area dumping point untuk kebutuhan site BMO semakin banyak sehingga dapat memenuhi rencana produksi jangka panjang yang telah disusun, jembatan ini juga berperan dalam pemangkasan jarak dumping yang semula jarak dumping dari Sisi Timur ke sisi Barat sebesar 3,5 km menjadi 2,5-3 km. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/295 PENIMBUNAN MATERIAL LUNAK DENGAN METODE SALURAN (CHANNEL DUMP) PADA AREA PENAMBANGAN PIT PQRT SITE LATI MINE OPERATION PT. BERAU COAL 2023-02-21T09:07:16+00:00 Dudu Anwar S. adi.prasojo@beraucoal.co.id M.A.Prasojo Lukman H. adi.prasojo@beraucoal.co.id Ichsan S. adi.prasojo@beraucoal.co.id Maurys I. adi.prasojo@beraucoal.co.id Lati Mine Operation (LMO) merupakan salah satu site penambangan yang dimiliki oleh PT. Berau Coal. Total volume produksi LMO pada tahun 2021 adalah 130.7 Juta Bcm. Kegiatan penambangan site LMO pada tahun 2021 memiliki tantangan besar dengan kehadiran material rawa dan bekas disposal (redisturb) sebesar 31 Juta Bcm yang mengakibatkan kurangnya blending ratio antara material blasting dan material rawa. Berdasarkan perencanaan awal, kebutuhan blending ratio untuk proses penimbunan dan layering sebesar 1:3.55 namun hanya terkomodir sebesar 1:2.44 dengan metode penimbunan yang dilakukan sekarang. Penimbunan material rawa dan redisturb melalui metode saluran (channel dump) ke void PQRT merupakan salah satu improvement yang dilakukan untuk menanggulangi kekurangan blending ratio. Lintasan saluran dibuat dengan beda tinggi 55 meter dan sudut 35 derajat yang dialiri dengan air. Dengan kehadiran metode channel dump, proses penimbunan material rawa dan redisturb dapat dilakukan tanpa dibutuhkannya material blasting sebagai material layering. Dampak channel dump juga secara langsung berhasil mereduksi jarak hauling overburden sebesar 1,068 meter dan mengurangi waktu disposal repair hingga 5 menit/hari. Pembuatan geometri desain channel dump dilakukan dengan pendekatan konsep hukum newton dan gaya gesek untuk memastikan material rawa yang ditimbun pada saluran dapat meluncur secara optimal. Selain dari aspek tersebut, pembuatan desain channel dump dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek geoteknik, safety, dan infrastruktur sehingga aktivitas penimbunan dapat berjalan aman dan target operasional dapat tercapai. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/296 REDESAIN GEOMETRI PELEDAKAN DAN PENERAPAN METODE AIR DECK UNTUK EFISIENSI BIAYA BAHAN PELEDAK DI QUARRY BATU GAMPING PT SEMEN INDONESIA PERSERO TBK SITE TUBAN 2023-02-21T09:07:16+00:00 M. Ardy Zailani ardi.zailani@sig.id Firhad Firmansyah ardi.zailani@sig.id Peningkatan harga bahan peledak sebesar 23,9% untuk Amonium Nitrat, 15% untuk dinamit/peka detonator dan 11,6% solar di kwartal 2 tahun 2022, mendorong PT Semen Indonesia harus mencari cara untuk menekan biaya peledakan dalam rangka menjaga biaya penambangan batu gamping untuk kebutuhan produksi semen yang relatif tidak terjadi kenaikan harga jual. Improvement dilakukan untuk bisa mengurangi penggunaan bahan peledak tanpa mengurangi kualitas hasil peledakan. Beberapa inisiatif dilakukan Tim mining operation mulai dari melakukan redesain geometeri dan penerapan metode air deck di lubang ledak. Metode air deck pada kolom lubang ledak menggunakan alat bantu rocklock produk stemrock berbentuk bola yang berukuran diameter 0.75 meter. Inisiatif pertama tim mining operation melakukan redesain geometri lubang ledak dengan diameter lubang 3,5 Inch yang semula memiliki burden 2.5 meter, spasi 3 meter dengan kedalaman 6 meter menjadi burden 2.5 meter, spasi 3.5 meter, dengan kedalaman 8.6-9 meter pada area batu gamping yang berhasil menurunkan powder factor yang awalnya rata-rata 0.26 Kg/ton menjadi 0.21 Kg/ton batu gamping dengan fragmentasi material &lt;80cm diatas 92%. Selanjutnya tim mining operation melakukan inisitaif kedua yaitu menerapkan metode air deck menggunakan alat bantu rocklock produk stemrock berbentuk bola yang berukuran diameter 0.75 meter dengan desain geometri peledakan burden 2.5 meter, spasi 3.5 meter dan kedalaman lubang 8.6- 9 meter dengan kolom air deck rata-rata 0.75 meter dan kolom isian anfo 5-5.2 meter. Improvement tersebut menghasilkan penurunan powder factor yang sebelumnya powder factor awal yaitu 0.21 Kg/ton turun menjadi 0.19 Kg/ton. Kedua inisiatif perbaikan yang dilakukan berhasil menurunkan biaya bahan peledak/material batu gamping (Rp/Ton) yang sebelumnya Rp. 2,996.13 menjadi Rp. 2,241.35. Dari hasil beberapa kali percobaan improvement redesain dan penerapan air deck disimpulkan impelemtasi sangat optimum dilakukan di area batu gamping area timur dengan kondisi material cendrung soft dan tidak berongga. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/297 EVALUASI MINING SEQUENCE PIT B3 UNTUK WEEKLY PRODUKSI PT. RICOBANA ABADI 2023-02-21T09:07:16+00:00 Bryan Kevin Toding Manginte bryan.kevin95@gmail.com Salah satu proses perencanaan penambangan adalah perencanaan tahapan penambangan atau mining sequence. Target produksi sangat bergantung dari perencanaan mining sequence yang dibuat agar produksi dapat tercapai dan mengalami keuntungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dari setiap sequence yang dibuat agar aktual penambangan sesuai dengan tahapan yang sudah dibuat. Penelitian ini mengambil kasus di Pit B3 PT. Ricobana Abadi. PT. Ricobana Abadi merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dalam penambangan batubara yang memiliki target produksi sebesar 509,000 BCM dan 18,457 mT batubara pada bulan Mei 2022 dan memiliki target mingguan 135,248 BCM dan 5,185 mT batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase ketidaktercapaian target produksi pada target mingguan (weekly), faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian dan mengetahui kesesuaian rencana sequence penambangan dengan aktualisasi aktivitas penambangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan perhitungan produktivitas loader dan hauler tiap fleet, waktu kerja efektif serta membandingkan hasil overlay desain untuk area on grade, undercut, dan overcut menggunakan software minescape 5.7. Hasil dari penelitian ini adalah realisasi produksi weekly khususnya di week 20 pada bulan mei 2022 adalah 69 % dari 135,248 yaitu 93,646 BCM untuk pencapaian overburden dan 91 % dari 5,185 mT yaitu 4,700 mT untuk pencapaian coal. Hasil overlay design terdapat area undercut sebesar 42,286 BCM dan overcut sebesar 10,578 BCM. Faktor penyebab ketidaktercapaian overburden adalah waktu kerja yang tidak efektif dengan loss produksi sebesar 35,208 BCM dan Produktivitas dari loader CAT 374 &lt; Plan (325 bcm/ jam) yaitu sebesar 229 bcm/jam, sedangkan penyebab ketidaktercapaian coal adalah waktu kerja tidak efektif dikarenakan jumlah jam hujan dan slippery diatas dari plan yaitu 52.12 jam. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/298 Peran Perencanaan Dalam Mengawal Kegiatan Operasional Pemindahan Top Soil Di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta 2023-02-21T09:07:16+00:00 M.Lingk Asrul, S.T. asrul@kpc.co.id Perencanaan merupakan tahap pertama dan paling utama dalam suatu kegiatan operasional penambangan, termasuk pada kegiatan operasional pemindahan Top Soil. Tanpa perencanaan yang baik, tujuan akan relatif lebih sulit untuk dicapai, bahkan bisa saja tidak tercapai dan menghabiskan biaya operasional yang lebih tinggi. Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman perencanaan yang telah dibuat oleh para Mining Services Engineer kepada para pengawas operasional seksi Mine Rehab, yang merupakan ujung tombak dalam kegiatan operasional pemindahan Top Soil di lapangan, dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi masa kerja pengawas operasional dengan pengetahuan tentang target pemindahan Top Soil. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan cara melakukan pengumpulan data melalui Google Form yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tertulis dan terstruktur, berkaitan dengan perencanaan, pada seluruh pengawas operasional di seksi operasi Mine Rehab. Data ini selanjutnya akan diolah dengan menggunakan metode analisis data statistik non parametric, berupa Spearman Rank Correlation pada program SPSS, untuk mengetahui tingkat pemahaman para pengawas terhadap target pemindahan Top Soil dan apakah durasi masa kerja pengawas Mine Rehab memiliki hubungan nyata terhadap pengetahuan tentang target pemindahan material Top Soil di seksi Operasional Mine Rehab, PT. Kaltim Prima Coal - Sangatta. Hasil analisis data dengan menggunakan Program SPSS terhadap 25 orang pengawas operasional dan 14 orang Acting pengawas operasional Mine Rehab yang dilakukan pada pertengahan bulan Juni 2022, menunjukkan bahwa durasi kerja sebagai seorang pengawas operasional berkisar 3 sampai 21 tahun, hanya sekitar 7,7% pengawas operasional saja yang mengetahui secara tepat, angka target pemindahan Top Soil untuk Bulan Juni 2022, dengan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,30 dan significancy 0,06. Dari hasil analisa data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pengawas operasional Mine Rehab terkait dengan target produksi sangat rendah, tingkat korelasi antara durasi kerja seorang pengawas operasional dengan rencana target pemindahan Top Soil juga sangat lemah, serta dari nilai significancy nya menunjukkan tidak signifikan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/300 OPTIMALISASI FLOOR BATUBARA PADA KEGIATAN COAL GETTING DI PIT KG PT. BORNEO INDOBARA TAHUN 2021 2023-02-21T09:07:16+00:00 Achmad Noer Muchlis achmad.muchlis@borneo-indobara.com Wahyu Afandi achmad.muchlis@borneo-indobara.com Sandi Kurniawan achmad.muchlis@borneo-indobara.com Konservasi sumberdaya mineral dan batubara selanjutnya disebut konservasi mineral dan batubara adalah upaya yang dilakukan dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya minerba secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai upaya konservasi di PT. Borneo Indobara di bagian pengelolaan untuk memperoleh recovery yang optimal dalam kegiatan coal getting dengan melakukan optimalisasi floor batubara, dimana hal ini sesuai dalam KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman pelaksanaan Kaidah teknik Pertambangan yang baik lampiran VII tentang konservasi batubara. Dalam estimasi cadangan batubara di PT. Borneo Indobara, loss coal dari kegiatan penambangan dengan asumsi 5 cm roof dan 5 cm floor pada setiap lapisan. Optimalisasi batubara ini dilakukan di bagian floor yang secara perhitungan reserve tidak masuk ke dalam cadangan karena asumsi loss coal 5 cm pada floor, dan secara penambangan sudah tidak mampu lagi menggunakan excavator 20 – 30 ton class untuk melakukan getting secara langsung. Jika dipaksakan untuk di getting langsung akan membuat batubara tersebut tercampur dengan material pengotor (dilusi coal). Penentuan metode optimalisasinya yaitu dengan melakukan pengumpulan terhadap batubara sisa di floor yang masih bisa di kerjakan dengan menggunakan excavator 20 ton yg dilengkapi cutting edge, produk yang telah dilakukan pengumpulan tersebut berpotensi memiliki kualitas rendah sehingga penanganan selanjutnya di lakukan metode pencampuran dengan batubara kualitas rendah (floor batubara) di Pit atau ROM. Adapun nilai positif nya secara ekonomis lebih murah dalam pengolahan nya karena tidak memerlukan washing plant. Optimalisasi floor batubara ini pada tahun 2021 dilakukan perencanaan dengan melakukan estimasi tonase batubara 5 cm dari floor dengan menggunakan software. Hasil realisasi optimalisasi floor batubara sebesar 347.12 kt. Optimalisasi floor batubara merupakan salah satu upaya konservasi yang turut berkontribusi terhadap recovery penambangan. Berdasarkan hasil rekonsiliasi produksi terhadap estimasi cadangan tertambang (geomodel) sejak awal penambangan tahun 2011 sampai akhir tahun 2021, recovery penambangan di Pit KG mencapai 101.86%. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/301 PEMANFAATAN SLURRY PUMP UNTUK PENGANGKUTAN LUMPUR DAN PROSES EKSPOSE BATUBARA DI AREA LOWEST POINT STUDY KASUS AREA SUMP KB4, PIT KG BAWAH PT. BORNEO INDOBARA 2023-02-21T09:07:16+00:00 Yan Heryadi yan.heryadi@borneo-indobara.com Yanuar Saragi yan.heryadi@borneo-indobara.com Salah satu konsekuensi penerapan metode tambang permukaan pada tambang batubara adalah adanya area terendah (lowest point) yang berfungsi sebagai area tampungan air di dalam pit. Air larian dari hujan akan membawa material sedimentasi yang apabila terjadi dalam jangka waktu lama akan terakumulasi menjadi sedimentasi cair dalam bentuk lumpur dengan jumlah banyak yang terkumpul di area lowest point tersebut. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi operasional tambang saat di area lowest point yang tertutup lumpur tersebut masih terdapat cadangan batubara yang belum sempat diangkut karena sequence penambangan atau karena cuaca yang dominan hujan seperti yang terjadi di tahun 2021-2022 di area PT Borneo Indobara, salah satu perusahaan tambang batubara di kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Pit KG Bawah terletak di Blok Timur Konsesi PT Borneo Indobara. Lowest point Pit KG Bawah dinamakan sump KB4 yang berada pada elevasi -90 mdpl (elevasi lumpur di -71 mdpl dan elevasi airnya di -68 mdpl), dengan estimasi volume sump sebanyak 3,44 juta m3 dengan batubara yang belum di angkut di bawahnya sebanyak 3,35 juta ton. Untuk mengekspose batubara dibawah lumpur tersebut apabila mengandalkan metode standar yaitu pemompaan dengan water pump dan loading lumpur menggunakan metode truck and shovel sekelas PC-2000 &amp; HD-785 yang produktivitasnya hanya sekitar 350 – 450 m3/jam saja (belum memperhitungkan material blending), akan meningkatkan biaya maintenance jalan, dan tentu saja akan menambah resiko keselamatan karena jalan licin akibat tumpahan lumpur. Hal tersebut menjadikan metode truck and shovel menjadi sangat tidak efisien dan memerlukan waktu serta biaya yang tinggi. Selain itu proses pemompaan air dari sump ke sediment pond berpotensi terganggu karena TSS yang tinggi di sump Pit KG Bawah. Oleh karena itu, pemanfaatan slurry pump menjadi alternatif yang akan dipaparkan dalam makalah ini. Komponen slurry pump yang digunakan di Pit KG bawah terdiri dari 2 (dua) unit Dredger Eddy Pump, 5 (lima) unit Booster Pump, 10 (sepuluh) unit Slurry Tank, 6 km Flexible Hose dan HDPE serta 5 (lima) tank fuel storage dan Sludge Flow meter. Output dari pemompaan dengan slurry pump tersebut adalah sudah terpindahkannya lumpur di sump KB4 sebanyak 1,0 juta m3 (periode Agustus 2021 – Juni 2022) dan batubara yang sudah terangkut ke pelabuhan sebanyak 2,01 juta ton. Perbandingan biaya operasional antara pengangkutan lumpur dengan slurry pump dan metode konvensional dengan jarak buang 5,9 km adalah metode konvensional 2,1 kali lebih mahal dibanding metode slurry pump (metode slurry pump Rp 89,01 Miliar dan metode konvensional Rp 187,26 Miliar). Selain itu resiko keselamatan di jalan tambang dan TSS di sediment pond juga bisa diminimalisir. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/302 IMPLEMENTASI TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA DENGAN METODE CLOUD SEEDING DALAM KEGIATAN OPERASIONAL PERTAMBANGAN DI PT BORNEO INDOBARA 2023-02-21T09:07:17+00:00 Hasan Asari hasan.asari@borneo-indobara.com Ranto Bagus Sihombing hasan.asari@borneo-indobara.com Antoyo Setyadipratikto hasan.asari@borneo-indobara.com Ita Pamularsih hasan.asari@borneo-indobara.com Perubahan iklim mengakibatkan anomali pola musim sehingga intensitas hujan meningkat drastis. Kondisi ini mengganggu aktifitas operasional pertambangan batubara karena mempengaruhi waktu kerja dan area kerja. Teknologi modifikasi cuaca dengan metoda cloud seeding diyakini mampu mengantisipasi ancaman intensitas hujan berlebih. PT Borneo Indobara bekerja sama dengan BPPT-TMC melakukan pemanfaatan Teknologi modifikasi cuaca pada tahun 2018-2019 dan berlanjut di Oktober 2021- April 2022 dengan tujuan untuk menurunkan intensitas hujan dan durasi hujan. Modifikasi cuaca dilakukan dengan generator partikel dan bahan semai berupa metanol dan CaCl yang bertindak sebagai pemecah awan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menghitung efektifitas cloud seeding dalam memodifikasi cuaca. Selama 6 bulan penelitian berlangsung terdapat penurunan intensitas hujan sebesar 377 mm yang mengurangi biaya operational water pumping cost (benefit sebesar Rp 8,38 Milyar) dan penurunan durasi hujan sebesar 140 jam yang menaikkan effective working hours (benefit sebesar Rp 51,17 Milyar). Dengan biaya sebesar Rp 18,98 Milyar maka BCR pemanfaatan Teknologi modifikasi cuaca sebesar 3,14. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/303 KEMUDAHAN PENIMBANGAN UNIT ANGKUT TANPA BERHENTI DENGAN TEKNOLOGI WEIGH-IN-MOTION (WIM) 2023-02-21T09:07:17+00:00 Bernard Sinaga bernard.sinaga@borneo-indobara.com Mufti Ali bernard.sinaga@borneo-indobara.com Jerry Anwar Halim bernard.sinaga@borneo-indobara.com Siswono Siswono bernard.sinaga@borneo-indobara.com Rahmadhani Rahmadhani bernard.sinaga@borneo-indobara.com Tantangan besar perusahaan pertambangan batubara dalam meningkatkan volume produksi adalah pengelolaan jalur rantai pasokan batubara dari hulu ke hilir yang lebih efektif dan efisien serta meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Dalam menjalankan operasional pengangkutan batubara, PT Borneo Indobara (BIB) bekerjasama dengan 10 BUMDES lingkar tambang binaan CSR dengan jumlah armada Dump Truck (DT) sebanyak 850 unit, sehingga saat ini pembayaran jasa angkut mitra kerja harus dipisahkan dengan cara penimbangan masing-masing unit pada jembatan timbang statik (WB). Seiring dengan peningkatan produksi BIB, frekuensi kegiatan penimbangan DT kapasitas 28 Ton ini menjadi sangat tinggi yaitu mencapai 3500 – 4000 kali penimbangan per hari sehingga menyebabkan kerap terjadinya antrian unit, serta perbaikan WB akibat frekuensi penimbangan yang melebihi spesifikasi WB yaitu 250 kali penimbangan per hari. Disamping itu, BIB juga mulai menggunakan 31 unit alat angkut yang lebih besar yaitu Single Semi-Trailer Door Tipper (SDT) kapasitas 90 ton Double Semi-Trailer Door Tipper (DDT) dengan kapasitas 2 x 90 Ton, namun saat ini SDT &amp; DDT tidak dapat ditimbang dikarenakan keterbatasan kapasitas dan dimensi WB statik BIB. Berdasarkan KEPMEN ESDM No.1827 K/30/MEM/2018, Bab E mengenai Kegiatan, Poin 4, dijelaskan bahwa penerapan teknologi baru dapat dilakukan untuk kegiatan usaha pertambangan. Weigh-In-Motion (WIM) merupakan salah satu transformasi proses dalam operasional coal chain BIB yang memungkinkan penimbangan truk dilakukan dalam kondisi bergerak, tanpa perlu berhenti seperti penimbangan truk pada WB Statik. Dengan teknologi WIM yang menimbang kendaraan per axle, tidak ada batasan panjang kendaraan yang ingin ditimbang sehingga kendaraan seperti Double Trailer, Triple Trailer, bahkan Road Train dapat diketahui beratnya. Beberapa keunggulan teknologi WIM dibanding WB statik adalah memiliki kapasitas beban yang lebih tinggi, tidak ada keterbatasan frekuensi penimbangan harian, fleksibel untuk berbagai dimensi panjang truk, durasi penimbangan 3x lebih cepat, serta nilai investasi dan biaya perawatan yang lebih rendah. Disamping itu, WIM juga dilengkapi teknologi RFID untuk otomatisasi pembacaan nomor lambung truk sehingga tidak diperlukan pencatatan manual oleh pengawas, serta dilengkapi teknologi CCTV snapshot sebagai informasi pendukung untuk validasi setiap penimbangan. Dengan menerapkan WIM, kapasitas penimbangan BIB meningkat dari 180 DT per jam menjadi 540 DT per jam atau 60 DDT per jam menjadi 180 DDT perjam, serta rata-rata biaya perawatan WIM lebih rendah 90% dibandingkan perawatan WB Statik ukuran DDT. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/304 A REVIEW ON QUANTIFICATION OF ROCK MASS DAMAGE AS CRITICAL CONSIDERATION IN STABILITY ANALYSIS 2023-02-21T09:07:17+00:00 Sari Melati sari@ulm.ac.id Ridho K. Wattimena sari@ulm.ac.id David P. Sahara sari@ulm.ac.id Ganda M. Simangunsong sari@ulm.ac.id Wahyu Hidayat sari@ulm.ac.id Jumlah penggalian struktur berukuran besar semakin meningkat, untuk proyek penambangan, bendungan, jalan, dan proyek lainnya. Kerusakan massa batuan sekitar akibat penggalian harus dikuantifikasi dan dipertimbangkan dalam analisis kestabilan struktur. Penelaahan dilakukan terhadap sejumlah referensi primer yang membahas mengenai atau berkaitan dengan kuantifikasi kerusakan massa batuan. Hasil telaahan berupa rangkuman definisi dan faktor penyebab, parameter, serta metode kuantifikasi kerusakan massa batuan. Kerusakan mengacu pada penurunan kualitas akibat pertambahan kekar atau berkurangnya kekuatan massa batuan. Kerusakan ini terjadi dalam daerah pengaruh tertentu dan mengubah sifat mekanik massa batuan. Tingkat kerusakan dinyatakan sebagai perbandingan penurunan paramater kualitas massa batuan setelah penggalian dengan kondisi awal. Kuantifikasi telah dilakukan terhadap lereng dan terowongan tambang maupun proyek lain menggunakan berbagai metode: solusi matematis, monitoring, pengujian di laboratorium, studi numerik, dan atau metode gabungan. Akurasi kuantifikasi tingkat kerusakan massa batuan di sekitar penggalian sangat bergantung pada ketepatan dalam menentukan perubahan propertis kualitas massa batuan aktual. Oleh karena itu diperlukan metode pemantauan yang mampu mencakup area massa batuan terganggu sehingga kondisi kerusakan dapat teridentifikasi dengan tepat. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/305 INDEX TRANSPARANSI CSR PERUSAHAAN TAMBANG DI INDONESIA: STUDI KASUS 15 PERUSAHAAN TAMBANG DI INDONESIA 2023-02-21T09:07:17+00:00 Deea Rizki Oziana deeaoziana@gmail.com Zati Hulwani deeaoziana@gmail.com Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua perusahaan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan beberapa aturan pemerintah Indonesia tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 74 Ayat 1 dan UU No.25 Tahun 2007 Pasal 15 Huruf d. Salah satu metode indikator yang digunakan untuk menentukan tingkat keterbukaan pengungkapan CSR setiap perusahaan yaitu dengan Index transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat index transparansi perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia. Data yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan data-data sekunder dari 15 perusahaan tambang besar di Indonesia. Data tersebut mencakup laporan tahunan, laporan CSR, laporan keberlanjutan perusahaan, website perusahaan, dan sumber-sumber lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode pendekatan konten analisis dengan mengolah data-data sekunder dari masing-masing perusahaan untuk menentukan derajat keterbukaan pengelolaan CSR berdasarkan tingkat indeks transparansi. Index transparansi perusahaan dinilai dengan bobot 1-10 dengan kriteria penilaian mencakup; (a) Pengungkapan dana CSR tahun berjalan dalam laporan publik (3 poin); (b) Pengungkapan aktivitas CSR tahun berjalan (3 poin); (c) Penerbitan laporan kewajiban perusahaan (2 poin); (d) Pengungkapan strategi CSR (1 poin); (e) Pengungkapan informasi CSR di situs resmi perusahaan (1 poin). Bedasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) semua perusahaan tambang besar di Indonesia telah melakukan pengungkapan CSR kepada publik; (2) Beberapa perusahaan mempunyai total nilai index transparansi tertinggi 10 poin, hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memiliki semua kriteria dalam penilaian; (3) Tidak semua perusahaan memaparkan kegiatan CSR dalam laporan tahunan; laporan CSR; dan laporan keberlanjutan perusahaan; (4) Beberapa perusahaan hanya memaparkan di website perusahaan, seminar internasional, dan sumber-sumber lainnya; (5) Perusahaan tambang yang status kepemilikan sahamnya bersifat terbuka (Tbk) lebih mudah didapatkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan dibandingkan perusahaan dengan kepemilikan saham sendiri. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/306 PEMANFAATAN TEKNOLOGI AERASI TENAGA SURYA PADA BUDIDAYA IKAN KARAMBA SIRING APUNG TELAGA BATU ARANG 2023-02-21T09:07:17+00:00 Nugroho Dewanto Nugroho.Dewanto@kpc.co.id Niko Gusprastomo Nugroho.Dewanto@kpc.co.id Dissolved oxygen (DO) atau kebutuhan oksigen merupakan salah satu parameter penting dalam usaha budidaya ikan. Penurunan oksigen menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat, yang dapat menurunkan hasil produksi. Memastikan kebutuhan oksigen tercukupi menjadi hal mutlak sebelum memulai usaha budidaya ikan. Teknologi aerasi tenaga surya menjadi pilihan optimal, selain mampu mencukupi kebutuhan oksigen, namun juga hemat dan ramah lingkungan. Studi ini, bermaksud mengkaji penggunaan aerasi tenaga surya pada usaha budidaya ikan siring apung (KSA) di kolam Telaga Batu Arang (TBA) PT Kaltim Prima Coal (KPC). Lokasi studi merupakan kolam bekas tambang Pit E South seluas 14,6 Ha. Penelitian menggunakan metode eksprimen dengan mengukur 3 variabel, yakni perlakuan menggunakan aerasi dalam keramba, aerasi disamping keramba dan variabel tanpa aerasi. Variabel perlakuan menggunakan pompa venturi, dengan sumber energi berasal dari intensitas penyinaran matahari selama ± 8 jam perhari dengan total energi solar sebesar 9.744 Wb/m2. Pengukuran dilakukan pada 2 KSA dengan perlakuan aerasi dalam keramba, 2 KSA perlakuan aerasi disamping keramba, dan 2 KSA tanpa perlakuan. Pengukuran variabel meliputi jumlah kadar oksigen terlarut dan berat ikan. Studi dilakukan selama kurun waktu februari 2022 sampai dengan April 2022. Hasil pengamatan adalah sebagai berikut: 1) KSA dengan perlakuan aerasi dalam keramba memiliki DO sebesar 6.03 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 134%. 2) KSA dengan perlakuan aerasi sekitar keramba memiliki DO sebesar 6.16 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 122%. 3) KSA kontrol memiliki DO sebesar 5.41 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 119%. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/312 PEMANFAATAN LIMBAH NON B3 (BAN BEKAS) UNTUK ROMPON IKAN DAN PLANULA KARANG PT BORNEO INDOBARA DI DESA ANGSANA DAN BUNATI KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN 2023-02-21T09:07:17+00:00 Kinanto Prabu Werdana Prabu@gmail.com Batubara adalah salah satu komoditas yang diperlukan sebagai sumber energi disuatu negara, oleh karena hal tersebut diperlukannya aktivitas penambangan batubara, tetapi salah satu dampak samping dari hasil kegiatan penambangan batubara adalah timbulan Limbah Padat Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti ban bekas. Limbah tersebut jumlahnya cukup banyak yang berasal dari kegiatan perbengkelan dari unit pengangkut batubara pada area fasilitas penunjang dimasing-masing PIT. Seiring dengan meningkatnya jumlah produksi dari PT Borneo Indobara dari tahun ke tahun menyebabkan peningkatan jumlah timbulan ban bekas yang ada. Oleh karena hal tersebut diperlukan program yang dapat memanfaatkan limbah ban bekas tersebut menjadi bentuk lain yang dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Setelah melakukan observasi lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat akhirnya dipilih program pemanfaatan ban bekas yang dijadikan sebagai rumpon ikan untuk tempat budidaya ikan laut guna meningkatakan produktivitas nelayan dari hasil mencari ikan. Program ini sudah berjalan dari tahun 2019 dengan total penggunaan limbah sebanyak 15.35 ton dengan jumlah rumpon yang sudah dibuat sebanyak 211 buah yang tersebar di pantai desa angsana dan desa bunati. Dengan adanya program ini dapat meningkatkan produktivitas ikan laut pada nelayan dari 73 kg hingga 309 kg per bulannya hanya dari titik penempatan rumpon ikan yang ada di dasar laut, Selain daripada itu dampak positif lingkungan yang didapat bahwa rumpon ban bekas tersebut dapat menjadi planula karang, karena dapat memicu muncunyal beberapa bibit karang yang tumbuh secara alamiah tanpa adanya transpalansi hal ini tentunya dapat memberikan nilai tambah terhadap biodiversity yang ada pada kawasan laut tersebut. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/313 KARAKTERISASI GEOKIMIA BATUAN PENGAPIT LAPISAN BATUBARA 2023-02-21T09:07:17+00:00 Herry Setia Wahyudi bistravoda1987@gmail.com Ginting Jalu Kusuma bistravoda1987@gmail.com Edy Jamal Tuheteru bistravoda1987@gmail.com <p>Penambangan batubara dapat mempercepat proses terbentuknya air asam tambang (AAT). AAT<br />merupakan limbah hasil kegiatan pertambangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan<br />karena memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat dengan mudah melarutkan berbagai<br />logam. Dalam rangka penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, regulasi telah mewajibkan<br />perusahaan tambang untuk melakukan kajian terhadap potensi pembentukan AAT saat menyusun<br />dokumen studi kelayakan. Kajian yang dilakukan dapat berupa studi geokimia untuk mengetahui<br />karakteristik batuan dalam menghasilkan asam atau yang dikenal dengan karakterisasi geokimia batuan.<br />Karakterisasi geokimia batuan ditentukan berdasarkan data uji statik yang dikonfirmasi dengan hasil uji<br />kinetik. Empat sampel batuan pengapit batubara yakni ABC 01, ABC 02, ABC 03 dan ABC 04 diambil<br />untuk dilakukan pengujian skala laboratorium. Dari hasil pengujian, sampel ABC 01 dan ABC 03<br />dikategorikan sebagai batuan yang berpotensi menimbulkan asam (PAF) sedangkan sampel ABC 02<br />dan ABC 04 termasuk batuan yang tidak berpotensi menimbukan asam (NAF). Meskipun berdasarkan<br />kriteria penapisan hasil uji statik keempat sampel tergolong PAF, namun dari hasil uji kinetik, hanya<br />sampel ABC 01 dan ABC 03 yang memiliki nilai pH yang sesuai dengan pH AAT, yakni &lt; 4. Uji kinetik<br />merupakan simulasi proses oksidasi dan pelindian batuan yang terjadi di lapangan, sehingga hasil uji<br />kinetik lebih diyakini tingkat kebenarannya dibandingkan hasil uji statik. Hasil dari karakterisasi batuan<br />ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penanganan AAT yang terbentuk pada kegiatan penambangan<br />batubara</p> 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/314 TOP SOIL USAGE EFFICIENCY UP TO 73% WITH THE IMPLEMENTATION OF GROOVE SYSTEM AT LIMESTONE MINE RECLAMATION AREA PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK 2023-02-21T09:07:18+00:00 Eko Purnomo eko.purnomo@sig.id Putri Elma Octavya putri.octavya@esdm.go.id Based on Law Number 3/2020, Good Mining Practice’s criteria are mining safety provisions, environmental management, and monitoring, including reclamation and post-mining activity, conservation of minerals and coal, and management of mine waste before being released into the environment. Directorate General of Mineral and Coal state's Strategic plan reclamation target for 2021 is 7.025 hectares and 7.050 hectares in 2022. PT Semen Indonesia, as one of the mining companies, is committed to supporting the reclamation target as stated in their Yearly Land Reclamation Plan. Mine floor reclamation on limestone quarry was generally performed using top soil spreading which cost up to 3,000 m3 of top soil per hectare area. Whereas top soil availability on site is limited. As a result, the existing top soil reserve could not fulfill the needs of reclamation to cover entire mining floor. The practice of Spreading Method depletes reserved top soil, causes excessive planting media preparation and revegetation cost. This challenging condition encourages PT. Semen Indonesia to innovate to suppress reclamation cost without reducing the success rate. The company concluded that Groove Planting System could reduce both top soil transport cost and revegetation cost, even increase the survival rate of the trees. This method reduced up to 2,200 m3 of top soil usage per hectare area, reduced top soil hauling cost, reduced tree planting and treatment, even increased the success rate of reclamation. With this innovation, company could suppress reclamation cost without sacrificing reclamation quality. Benefits emerging from Groove System Implementation include; Reduced top soil volume usage for reclamation up to 73%; Reduced revegetation cost up to 49% or IDR 66,794,354/ha; Cost efficiency of planting media preparation up to IDR 168,000,000/ha; Increased tree survival rate up to 100%; Regulation mandate compliance of Post Mining Reclamation; Best practice pioneer of Post Mining Reclamation using Groove System. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/315 TOP SOIL USAGE EFFICIENCY UP TO 73% WITH THE IMPLEMENTATION OF GROOVE SYSTEM AT LIMESTONE MINE RECLAMATION AREA PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK 2023-02-21T09:07:18+00:00 Eko Purnomo eko.purnomo@sig.id Putri Elma Octavya putri.octavya@esdm.go.id Based on Law Number 3/2020, Good Mining Practice’s criteria are mining safety provisions, environmental management, and monitoring, including reclamation and post-mining activity, conservation of minerals and coal, and management of mine waste before being released into the environment. Directorate General of Mineral and Coal state's Strategic plan reclamation target for 2021 is 7.025 hectares and 7.050 hectares in 2022. PT Semen Indonesia, as one of the mining companies, is committed to supporting the reclamation target as stated in their Yearly Land Reclamation Plan. Mine floor reclamation on limestone quarry was generally performed using top soil spreading which cost up to 3,000 m3 of top soil per hectare area. Whereas top soil availability on site is limited. As a result, the existing top soil reserve could not fulfill the needs of reclamation to cover entire mining floor. The practice of Spreading Method depletes reserved top soil, causes excessive planting media preparation and revegetation cost. This challenging condition encourages PT. Semen Indonesia to innovate to suppress reclamation cost without reducing the success rate. The company concluded that Groove Planting System could reduce both top soil transport cost and revegetation cost, even increase the survival rate of the trees. This method reduced up to 2,200 m3 of top soil usage per hectare area, reduced top soil hauling cost, reduced tree planting and treatment, even increased the success rate of reclamation. With this innovation, company could suppress reclamation cost without sacrificing reclamation quality. Benefits emerging from Groove System Implementation include; Reduced top soil volume usage for reclamation up to 73%; Reduced revegetation cost up to 49% or IDR 66,794,354/ha; Cost efficiency of planting media preparation up to IDR 168,000,000/ha; Increased tree survival rate up to 100%; Regulation mandate compliance of Post Mining Reclamation; Best practice pioneer of Post Mining Reclamation using Groove System. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/316 OPTIMASI PENGAWASAN TAMBANG QUARRY BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL MELALUI SYSTEM TERPADU QUARRY MINING COMMAND CENTER (QMCC) di PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO ) TBK SITE TUBAN 2023-02-21T09:07:18+00:00 M. Ardy Zailani ardi.zailani@sig.id Eko Purnomo ardi.zailani@sig.id Area penambangan PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban memiliki total luas area lebih dari 1,073 Ha dengan 3 area IUP aktif penambangan. Alat berat yang beroperasi mencapai 100 unit dengan lebih dari 100 orang pekerja setiap shiftnya. seorang pengawas bertanggung jawab untuk memastikan semua peralatan, pekerja dan aktivitas operasional dalam kondisi layak dan aman. Kegiatan pengawasan secara langsung membutuhkan alokasi waktu yang tidak sedikit sehingga memiliki resiko tidak semua area bisa di pantau secara presisi dan optimal dengan waktu dan personil yang tersedia. Beberapa tahun terakhir perusahaan mulai melakukan improvement dengan mengimplementasikan beberapa tools monitoring berbasis teknologi realtime untuk memonitor beberapa parameter operasi seperti posisi alat, pergerakan alat, safety behavior dengan alat tracking system; pergerakan lereng tambang dengan alat Extensometer, visual aktivitas lapangan secara realtime dengan alat CCTV di quarry dan storage clay dan beberapa aplikasi untuk database pekerja, kegiatan inspeksi dan program K3 lainnya pada aplikasi Simpper. Pada awal implementasi semua teknologi ini masih dimanfaatkan untuk evaluasi data/report history saja dikarenakan user pengguna teknologi belum mampu memantau setiap saat output monitoring dikarenakan juga memiliki jobdesk utama lainnya masing-masing. Beberapa inisiatif dilakukan Tim mining operation untuk mengatasi masalah ini salah satunya membuat system informasi terpadu dan terpusat aktifitas penambangan real time berbasis digital melalui Quarry Mining Command Center. Monitoring kegiatan pertambangan dilakukan secara real time oleh seorang commander sehingga memperluas jangkauan pengawasan, mempercepat proses pengawasan. Hasil inisiatif ini membuat semua informasi aplikasi monitoring operasional tambang yang dibutuhkan pengawas dapat diminta secara langsung, dimanapun dan kapan pun melalui personil commander sehingga keputusan operasional dapat lebih akurat dan cepat diambil. Peran commander juga membantu pengawas dapat lebih fokus dalam pengawasan area-area kritis di lokasi tambang. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/317 EFEKTIVITAS KAMPANYE K3 MELALUI MEDIA SOSIAL 2023-02-21T09:07:18+00:00 Istiyan Wijayanto istiyanwijayanto83@gmail.com Perkembangan industri pertambangan batu bara di Indonesia saat ini semakin pesat, termasuk dampak risiko terjadinya kecelakaan yang meningkat seiring tuntutan kenaikan produksi. Manajemen risiko adalah salah satu kunci keberhasilan mengelola bisnis. Kegagalan mengelola manajemen risiko dapat berdampak terjadinya kecelakaan, baik cidera ringan, berat maupun kematian. Faktor penting penyebab kecelakaan sangat beragam, dari masalah pribadi, faktor pekerjaan, pengawasan dan pengetahuan sangat dominan. Ketiga hal tersebut harus menjadi prioritas untuk perbaikan agar angka kecelakaan dapat ditekan sekecil mungkin melalui komitmen manajemen dalam implemetasi aspek (Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang tertuang dalam objective target &amp; program di perusahaan, pengawasan pekerjaan termasuk peningkatan kualitas edukasi K3 di tempat kerja. Banyaknya kasus di pertambangan menginspirasi penulis untuk berkontribusi dalam edukasi K3 untuk semua kalangan melalui Safety Campaign dengan media YouTube. Di era digitalisasi berbasis teknologi safety campaign yang kreatif harus dioptimalkan agar kualitas implementasi K3 di tempat kerja semakin terdepan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen deskriptif ini mengacu dari trend kecelakaan yang pernah terjadi di pertambangan dan peraturan K3 yang berlaku. Adapun tujuan penulis adalah untuk meningkatkan pemahaman/awareness sehingga diharapkan dapat memberikan risk perception yang lebih untuk melakukan perubahan (change management), diharapkan setelah awareness terbentuk, maka karyawan/individu akan berpartisipasi akan hal keselamatan kerja. Hasil penelitian tersaji dalam video akun YouTube Channel Istiyan Wijayanto yang dapat diakses oleh seluruh insan pertambangan dimanapun dan kapanpun dengan dukungan jaringan internet yang bagus serta dapat berbagi sharing tautan video kepada sesama karyawan pertambangan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/318 ANALISIS BEHAVIOUR BASED SAFETY MENGGUNAKAN PDCA LIST PADA PEKERJAAN PENGEBORAN DAN PELEDAKAN DI PT. KALTIM PRIMA COAL 2023-02-21T09:07:18+00:00 Kiagus Nirwan Nirwan@gmail.com Rudy Armianto Rudy@gmail.com Aktifitas pengeboran dan peledakan dikategorikan sebagai operasi yang beresiko tinggi karena sifat pekerjaan dan keterpaparan terhadap alat berat bergerak serta terhadap bahaya penggunaan bahan peledak. PT. Kaltim Prima Coal menempatkan kedua kegiatan tersebut dalam sistem managemen pengelolaan keselamatan pada Golden Rules point aturan 11; Elemen Pencegahan Kecelakaan yang berakibat Fatal (Fatality Preventive Element) F.PE 2.2 sehingga hal ini menjadi perhatian khusus bagi seluruh karyawan. Salah satu penyebab yang paling dominan menyebabkan kecelakaan kerja adalah Perilaku tidak aman. Sehingga pendekatan Behavior-Based Safety dianggap sebagai media yang tepat untuk mengobservasi perilaku demi menciptakan perilaku aman dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Departemen Drill blast mengimplementasikan Behavior-Based Safety dengan mengembangkan checklist P-D-C-A pada operasional pengeboran dan peledakan. Proses ini bertujuan untuk melakukan pengukuran tingkat kepatuhan implementasi K3, melibatkan Supervisor sebagai pimpinan dalam memastikan pelaksanaan Safety based on behaviour pada area yang menjadi tanggungjawabnya serta memperbaiki perilaku atau kondisi yang tidak aman sebelum cedera terjadi sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Checklist Supervisor Drill and Blast dengan turunan konsep Planning – DO – Check – Act merupakan Intisari dari Pelaksanaan dua (2) SOP Utama pada Operasional Pengeboran dan Perledakan di Area Mining Operasional Division (MOD), Yakni : SOP Blast Loading, yang mencakup semua proses pekerjaan mulai dari persiapan lokasi peledakan, memasuki lokasi peledakan, pengisian bahan peledak, proses tie-up hingga pengecekkan akhir lokasi peledakan dan SOP Pengeboran Lubang Ledak, yang mencakup semua proses untuk aktifitas pengeboran lubang ledak overburden. Pelaksanan Pengisian checklist dilakukan dengan membuat Self Assesment pada setiap tahapan P-D-C-A dengan memberikan nilai dengan range 1-5 pada setiap item lalu kesesuaian Self-Assessment Supervisor, akan di kaji ulang oleh Superintendent level. Penguatan Safety Base on behavior dengan Drill Blast Checklist PDCA Oleh Supervisor, dirasakan efektif dengan parameter ketercapaian, tidak ada LTI, tidak ada pelaporan Golden Rules Breach pada operasional Drill Blast, pengurangan resiko kerugian kerusakan alat sekitar 22.4% dari tahun sebelumnya, pengurangan temuan ketidakstandaran lokasi pengeboran dan peledakan sekitar 19.2% dari tahun sebelumnya, Pengurangan Catatan pada item OBI dari provider peledakan sebanyak 26%, pemenuhan CSA Drill Compliance meningkat 2.6% dari tahun 2020 dan penurunan persentasi tindakan disiplin sekitar 12.3 % dari tahun 2020. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/319 ANALISA NDVI DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENGUKUR KERAPATAN TAJUK REKLAMASI 2023-02-21T09:07:18+00:00 Niko Gusprastomo niko.gusprastomo@kpc.co.id Agung Febrianto agung.febrianto@kpc.co.id Salah satu kriteria keberhasilan reklamasi sesuai KepMen ESDM No.1827/K/MEM/2018 matrik 16 adalah dipenuhinya kerapatan tajuk tanaman lebih dari 80% pada seluruh areal reklamasi. Metode pemantauan yang efisien dibutuhkan agar secara preventif dapat dilakukan evaluasi sebelum verifikasi/penilaian reklamasi oleh Pemerintah dijadwalkan. Mengingat luasnya reklamasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) mencapai 13.151,99 ha di akhir 2021, tidak cukup jika hanya mengandalkan metode pemantauan konvensional. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh kombinasi foto udara dan citra satelit sangat mendukung efisiensi KPC dalam untuk mengukur kerapatan tajuk tanaman reklamasi. Teknologi yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), yakni analisa radiasi gelombang cahaya near infrared (NIR) dan cahaya tampak red, dimana kedua radiasi cahaya tersebut digunakan sebagai alogaritma indeks vegetasi yang menggambarkan klasifikasi warna sebagai indikator kerapakatan tajuk. Lokasi studi dipilih areal reklamasi Mustahil, Bendili, Bendili Prima, Tania dan Pelikan Sultan Agung, dilakukan dengan metode survey vegetasi menggunakan citra satelit Pleiades dan UAV Delair UX 11-Ag selama 5 hari. Dari foto-foto yang diambil kemudian dibuat 4 klasifikasi kerapatan tajuk, yakni: 1) kerapatan sangat rendah (NDVI ≤ 0); 2) kerapatan rendah (0,2 &lt; NDVI ≤ 0,5); 3) kerapatan sedang (0,5 &lt; NDVI ≤ 0,7); dan 4) kerapatan tinggi (NDVI ≥ 0,7). Selanjutnya dilakukan validasi keraepatan tajuk aktual melalui 46 titik sampel uji lapangan. Kesimpulan pada area studi reklamasi seluas 1930 ha didapatkan hasil seluas 19,7 ha memiliki kerapatan sangat rendah (tajuk ≤ 1%); 263 ha berkerapatan rendah (tajuk ≤ 50%); 969 ha berkerapatan sedang (50% &lt; tajuk ≤ 70%); dan 677 ha berkerapatan tinggi (tajuk ≥ 71%). 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/320 PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH-SIG UNTUK PROGRAM REKLAMASI DAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA 2023-02-21T09:07:18+00:00 Arie Dwika Rahmandhana Arie.Rahmandhana@alliance.amman.co.id Muhammad Hatta Aditama Arie.Rahmandhana@alliance.amman.co.id Daniel Mahendra Arie.Rahmandhana@alliance.amman.co.id Seiring dengan luas reklamasi dan penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai (Rehab DAS) yang bertambah setiap tahunnya, penggunaan teknologi penginderaan jauh maupun Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam perencanaan ataupun pemantauan secara rutin telah dilakukan untuk mendukung efektifitas pekerjaan di Departemen Environmental PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“PTAMNT”). Beberapa teknologi penginderaan jauh dan SIG yang telah digunakan oleh PTAMNT antara lain penggunaan aplikasi Mobile Map seperti Avenza Map dan Locus Map pada smartphone, penggunaan drone DJI Mavic 2 Zoom, drone DJI Inspire yang dikombinasikan dengan sensor Infrared/Red-Edge MicaSense, serta pembuatan interface webMAP. Aplikasi Avenza Map dan Locus Map telah digunakan untuk mendapatkan data kemajuan harian sampai mingguan pekerjaan reklamasi / rehab DAS seperti kemajuan hydroseeding, penanaman, dan pengendalian gulma. Pekerjaan geotagging tanaman di area rehab DAS dan penanaman aren sebagai inisiatif beyond compliance PTAMNT juga dilakukan menggunakan Avenza Map. Sementara drone DJI Mavic 2 Zoom telah digunakan dalam perencanaan pekerjaan dan pemantauan keberhasilan reklamasi &amp; rehab DAS. Drone DJI Inspire yang dipasang sensor infrared/Red-Edge digunakan untuk mendapatkan scene multispektral area Reklamasi. Analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dengan resolusi spasial drone mencapai 1 cm dilakukan untuk mendapatkan tingkat kehijauan yang lebih akurat sebagai salah satu parameter keberhasilan revegetasi kegiatan Reklamasi. Interface WebMAP dibangun dengan basis bahasa program R yang dapat diakses secara sitewide. Tujuan WebMAP ini adalah membantu pengguna memperoleh data dan informasi spasial s site Batu Hijau sebagai input dalam pengelolaan proyek dan pengambilan keputusan setiap dalam pekerjaan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/321 PENGGUNAAN FLEET MANAGEMENT SYSTEM DALAM PENERAPAN KESELAMATAN OPERASIONAL HAULING PT BORNEO INDOBARA 2023-02-21T09:07:19+00:00 Teguh Arifiyanto teguh.arifiyanto@borneo-indobara.com Verda Wahyuni teguh.arifiyanto@borneo-indobara.com Christian Palumean teguh.arifiyanto@borneo-indobara.com Peningkatan produksi batubara PT Borneo Indobara yang diiringi dengan penambahan pekerja dan unit produksi berpotensi meningkatkan frekuensi kecelakaan yang dominan disebabkan oleh perilaku tidak aman pekerja. Kegiatan operasional pengangkutan batubara (coal hauling) menjadi salah satu sektor yang mengalami peningkatan jumlah unit dump truck yang melintas sepanjang 30 km menuju Port. Jarak tempuh yang panjang berdampak pada kurang optimalnya peran dan fungsi pengawas terhadap perilaku tidak aman operator dump truck yang cenderung menyebabkan kecelakaan seperti melebihi batas kecepatan, mengalami gejala kelelahan, tidak menjaga jarak aman saat beriringan, merokok, dan menggunakan HP saat berkendara. Salah satu upaya menunjang pencapaian target produksi batubara yang terus mengalami peningkatan serta perlunya penerapan aspek keselamatan untuk mendukung kaidah teknik pertambangan yang baik. Pada tahun 2020, PT Borneo Indobara telah mengembangkan digitalisasi pada kegiatan operasionalnya. Fleet Management System (FMS) merupakan salah satu program Transformasi Digital yang diterapkan pada kegiatan pengangkutan batubara untuk memantau secara real time perilaku berkendara operator dump truck, keamanan operator, peralatan, serta mengetahui setiap informasi terkait operasional dump truck yang dipantau melalui aplikasi Telegram, dashboard monitoring FMS yang dapat diakses melalui HP atau komputer. Dengan Penerapan FMS, pengawas operasional lebih mudah melakukan pemantauan perilaku berkendara operator dump truck di sepanjang jalan pengangkutan batubara dimana setiap pelanggaran yang diidentifikasi oleh FMS dapat segera ditindaklanjuti oleh pengawas. Pemantauan FMS secara real time juga berperan dalam meningkatkan kepedulian operator dump truck serta memudahkan Safety Evaluator dalam menganalisa database pelanggaran yang mencakup trend pelanggaran, waktu pelanggaran, unit yang melanggar, dan aspek lainnya. Parameter yang lengkap dari FMS telah memberikan kemudahan proses pengawasan dan membantu percepatan pembentukan budaya keselamatan dari operator DT hauling 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/322 Pengelolaan Keadaan Darurat Terintegrasi Berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Di PT Borneo Indobara, Kalimantan Selatan. 2023-02-21T09:07:19+00:00 Badrian Arifur Rahmawan badrian.rahman@borneo-indobara.com perusahaan, dikenal berbagai macam model dan terdapat di dalam semua aspek (klausul) pengelolaan standar manajemen keselamatan pada umumya, diantaranya yang terkenal adalah klausul 8.2 ISO 45001 : 2018; klausul 8.2 ISO 14001 : 2018; Kriteria 6.2 SMK3; serta Elemen 4.9 Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) yang meliputi identifikasi potensi keadaan darurat, pencegahan keadaan darurat, kesiapsiagaan keadaan darurat, respon keadaan darurat, serta pemulihan keadaan darurat. Pada tahun 2021, PT Borneo Indobara telah terserifikasi eksternal ISO 45001 : 2018; ISO 14001 : 2018. Sedangkan untuk pelaksanaan audit SMKP, berdasarkan Kepdirjen Minerba nomor 185 tahun 2019, PT Borneo Indobara telah melaksanakan audit secara internal. Pada audit internal SMKP tahun 2021, PT BIB memperoleh nilai keseluruhan sebesar 80.3% Berdasarkan hasil penilaian audit SMKP tahun 2021, PT BIB melakukan beberapa evaluasi. Salah satunya terhadap aspek pengelolaan keadaan daruratnya (sub elemen 4.9). Diantaranya dengan cara melakukan pengkajian ulang hubungan pengelolaan sub elemen 4.9 dengan sub elemen lainnya yang saling terhubung. Hal ini bertujuan agar bukti hasil pengelolaan menjadi lebih efektif dan cepat telusur. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat 15 sub elemen yang berhubungan secara langsung dengan sub elemen 4.9 SMKP, yaitu 3 sub elemen pada elemen 2 (perencanaan), 5 sub elemen pada elemen 3 (organisasi dan personel), 5 sub elemen pada elemen 4 (implementasi), 2 sub elemen pada elemen 5 (pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut). Hasil identifikasi ini diharapkan bisa dijadikan pedoman bagi PT Borneo Indobara pada khususnya, dan bagi industri pertambangan di Indonesia pada umumnya dalam pengelolaan keadaan darurat yang sesuai dengan Kepdirjen Minerba no 185 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan SMKP Minerba. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/324 PENGAPLIKASIAN DROPDOWN HOPPER UNTUK MENGURANGI TIMBULAN EMISI GRK 2023-02-21T09:07:19+00:00 Adhika Catra Pradhana adhika.pradhana@borneo-indobara.com Tavidh Mutaqin Ardanu adhika.pradhana@borneo-indobara.com Produksi batu bara yang terus meningkat telah membuat PT Borneo Indobara berupaya untuk menciptakan peluang-peluang agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Peluang-peluang tersebut harus berlandaskan wawasan lingkungan dan juga efisiensi terhadap energi. Oleh sebab itu PT Borneo Indobara telah membuat instalasi yang terintegrasi dengan Dropdown Hopper di area Port. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil dari observasi langsung di lapangan pada aplikasi Dropdown Hopper dalam setahun. Dropdown Hopper dapat digambarkan sebagai skyline yang memiliki sistem untuk mempercepat kegiatan peremukan batubara dan juga pengantaran ke tongkang. Instalasi Dropdown Hopper ini memiliki nilai capex yang tidak murah, berkisar 156 milyar, namun jika dibagi menjadi seumur tambang maka ada banyak sekali penghematan yang didapat. Salah satunya berkurangnya biaya rental alat berat untuk mendorong batubara ke dalam hopper existing. Sistem kerja Dropdown Hopper ini adalah dengan membuat kubangan secara otomatis saat batubara akan dikirim ke tongkang. Hopper akan membuka dan menutup melalui control panel. Dengan Dropdown Hopper ini bisa menghilangkan hingga 5 alat berat sejenis wheel loader dan bulldozer. Program ini berhasil memangkas emisi yang dihasilkan oleh PT Borneo Indobara terutama di bagian pengurangan Gas Rumah Kaca sebesar 1.938,48 Ton CO2e pada tahun 2021. Pengurangan emisi program tersebut setara dengan apa yang diserap hutan alam seluas 554 Ha dalam setahun. Sedangkan dari sisi bisnis, penghematan biaya yang diperoleh dari aplikasi Dropdown Hopper adalah sebesar Rp 12.929.000.000,00 pada tahun 2021 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/325 ANALISIS BEBAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA (FATIGUE) DENGAN ALAT L77 LAKASSIDAYA PADA OPERATOR DUMP TRUCK DI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR 2023-02-21T09:07:19+00:00 David Yerli Irfandi davidyerli2@gmail.com Wawong Dwi Ratminah davidyerli2@gmail.com Eddy Winarno davidyerli2@gmail.com Dyah Probowati davidyerli2@gmail.com asywir Thaib Siri davidyerli2@gmail.com Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan masalah penting dalam setiap proses industri. Termasuk dalam industri pertambangan yang tentu tidak terlepas dari kecelakaan kerja. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan adalah fatigue. Menurut Wignjosoebroto (2008, p.283), kelelahan kerja merupakan suatu kelompok gejala yang berhubungan dengan adanya penurunan efesiensi kerja, keterampilan serta peningkatan kecemasan atau kebosanan. Fatigue merupakan masalah yang serius bagi industri pertambangan, tidak terkecuali di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang memberlakukan sistem kerja 24 jam. Selama kurun waktu dari tahun 2015-2021 terjadi 14 kasus kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan kerja. Ini menjadi masalah yang serius sehingga perlu di analisis penyebab dan upaya perbaikannya. Penelitian ini dilakukan secara survey analitik dengan desain crossectional pada 48 responden. Setiap responden diukur tingkat beban kerja dan kelelahan kerja di saat jam-jam kritis yaitu di shift malam. Beban kerja fisik diukur dengan jumlah denyut nadi dan konsumsi oksigen dan kelelahan kerja akut diukur dengan alat Reaction Timer Lakasidaya L 77 dan untuk kelelahan kerja kronis diukur dengan Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Jepang yang terdiri dari 30 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bivariat dengan uji Spearman untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil dari analisis didaptkan identifikasi beban kerja fisik berdasarkan denyut nadi dan konsumsi oksigen menunjukan bahwa dari 48 operator dump truck semuanya tergolong kategori beban kerja fisik ringan (100%). Identifikasi kelelahan kerja kronis menggunakan Subjective Self Rating Test diperoleh bahwa dari 48 operator dump truck yang mengalami kelelahan kerja rendah sebanyak 1 orang (2%), dan operator dump truck yang mengalami kelelahan kerja sedang sebanyak 47 orang (98%). Identifikasi kelelahan kerja akut menggunakan alat reaction timer L77 Lakassidaya diperoleh bahwa dari 48 operator dump truck yang tidak mengalami kelelahan (normal) sebanyak 14 orang (29%), operator dump truck yang mengalami kelelahan ringan sebanyak 29 orang (61%), operator dump truck yang mengalami kelelahan sedang sebanyak 3 orang (6%) dan operator dump truck yang mengalami kelelahan berat sebanyak 2 orang (4%). Hasil uji Spearman untuk beban kerja fisik dengan kelelahan kerja mempunyai nilai p=0,143, untuk usia dengan kelelahan kerja p=0,003 dan untuk masa kerja dengan kelelahan kerja mempunyai nilai p=0,001. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja dan terdapat hubungan antara usia dan masa kerja dengan kelelahan kerja. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/326 WINE-Work Area Inteligent Salah Satu Program Dalam Peningkatan Pengelolaan Keselamatan 2023-02-21T09:07:19+00:00 Supandi Supandi Supandi.supandi@borneo-indobara.com Endra Kustiawan Supandi.supandi@borneo-indobara.com Selvi Yolanda Supandi.supandi@borneo-indobara.com Pengelolaan keselamatan pertambangan harus diusahakan secara menyeluruh sehingga pencapaian kinerja keselamatan pertambangan bukan karena kebetulan namun berkat usaha-usaha yang sistematis. Memastikan area kerja menjadi salah satu langkah pengelolaan keselamatan pertambangan yang haus dilakukan sehingga operasional bisa produktif dan aman. Semua area kerja harus mendapatkan kesempatan untuk mendapakan pengawasan berupa inspeksi dan obervasi secara berkala sehingga ketika dijumpai ketidaksesuaian langsung dapat ditindaklanjuti segera. Untuk memastikan area pernah mendapatkan pengawasan maka diluncurkannya program WINE – Work Area Intelegent. Program ini merupakan program yang sistematis yang melibatkan semua sumberdaya untuk terlibat dalam dalam memastikan area kerja dari ketidaksesuaian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program WINE – Work Area Intelegent terhadap kinerja keselamatan Pertambangan. Indikator keselamatan pertambangan diukur terhadap terhadap nilai Total Incident Frequency Rate (TIFR). Variable dalam penelitian ini berupa cakupan area yang masuk dalam program WINE – Work Area Intelegent dibandingkan dengan total nilai Total Incident Frequency Rate (TIFR). Variable WINE – Work Area Intelegent berupa jumlah Hazard Report, Observasi dan Inspeksi yang dilakukan pada area tersebut. Variable Nilai TIFR berhubungan dibandingkan dengan jumlah jam kerja tenaga yang terlibat dalam kegiatan pertambangan. Rata-rata pelaporan hazard report, observasi dan inspeksi dilakukan hanya sekitar 40% setiap bulannya. Peningkatan jumlah hazard report, observasi dan inspeksi menjadi sekitar 90% ketika program WINE – Work Area Intelegent diimplementasikan. Jumlah hazard report, observasi dan inspeksi mengalami peningkatan dari ~90 kegiatan perbulan meningkat menjadi ~184 laporan perbulan atau meningkat hamoir 200%. Dari cakupan area yang diawasi dan jumlah laporan yang sampaikan terbukti meningkat hampir2x lipat sehingga program ini telah mampu meningkatkan partisipasi banyak pihak. Diharapkan dengan peningkatan cakupan area dan jumlah laporan akan berdampak pada peningkatan kinerja keselamatan. Evaluasi program dilakukan dengan membuat korelasi antara peningkatan laporan hazard report dan nilai TIFR setiap bulannya. TIFR mengalami penurunan dari 1.77 menjadi 1.34 setelah program WINE – Work Area Intelegent. Memang tidak bisa di tarik garis linier untuk hubungan antara program WINE – Work Area Intelegent dengan penurunan TIFR karena pengelolaan keselamatan pertambangan tidak tergantung pada salah satu program kerja saja. Namun program WINE – Work Area Intelegent ini telah membantu dalam mengarahkan pengelolaan keselamatan yang lebih terarah. Model WINE – Work Area Intelegent dapat diterapkan pada semua kegiatan pertambangan di Indonesia. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/327 Selamat “PETANG” Telah Menjadi Program Dalam Peningkatan Pengelolaan Keselamatan di PT Borneo Indobara. 2023-02-21T09:07:20+00:00 Supandi Supandi Supandi.supandi@borneo-indobara.com Endra Kustiawan endra@gmail.com Bakhtiar R. Sinaga sinaga@gmail.com Pengelolaan keselamatan pertambangan harus diusahakan tanpa henti untuk semua aspek keselamatan pertambangan. Pelibatan pengawas sebagai garda terdepan dalam kegiatan pertambangan operasional pertambangan harus ditingkatkan konsistensinya dalam menjalankan kewajibanya. Untuk meningkatan partisipasi pengawas dalam menjalankan kewajiban diluncurkan program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang. Program ini merupakan program yang sistematis yang melibatkan semua pengawas dalam menjalankan kewajibannya. Semakin pengawas terlibat aktif dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengawas operasional diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan keselamatan pertambangan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang terhadap kinerja keselamatan Pertambangan. Indikator keselamatan pertambangan diukur terhadap terhadap nilai Total Incident Frequency Rate (TIFR). Variable dalam penelitian ini berupa prosentase partisipasi pengawas dalam menjalankan kewajibannya sebagai pengawas operasional. Pengukuran dilakukan terhadap laporan bulanan seorang pengawas yang dilakukan secara media digital (iSafe). Total Incident Frequency Rate (TIFR) dihitungan terhadap semua insident yang terjadi pada setiap bulan dan dibandingkan dengan jumlah jam kerjanya. Rata-rata partisipasi pengawas sekitar 72% terhadap tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas operasional. Partisipasi pengawas meningkat menjadi 96% setelah program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang diterapkan. Dengan pemantauan berbasis digital diharapkan pencapaian ini akan terus konsisten dan menjadi budaya dalam pengelolaan keselamatan pertambangan. Evaluasi program dilakukan dengan membuat korelasi antara peningkatan partisipasi pengawas dengan nilai TIFR setiap bulannya. TIFR mengalami penurunan dari 1.77 menjadi 1.33 setelah program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang. Memang tidak bisa di tarik garis linier untuk hubungan antara program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang dengan penurunan TIFR karena pengelolaan keselamatan pertambangan tidak tergantung pada salah satu program kerja saja. Namun program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang ini telah membantu dalam mengarahkan pengelolaan keselamatan yang lebih terarah. Model PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang dapat diterapkan pada semua kegiatan pertambangan di Indonesia. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/328 PEMANFAATAN REJECT COAL UNTUK PUPUK GUNA MENDUKUNG KEGIATAN REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG DI PT. BORNEO INDOBARA 2023-02-21T09:07:20+00:00 Dwi Putri Agustina dwi.agustina@sinarmasmining.com Chairul Anwar dwi.agustina@sinarmasmining.com Muhammad Syamsudin Noor dwi.agustina@sinarmasmining.com Reject coal hasil pengolahan yang tidak masuk spesifikasi batubara yang dapat dijual masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk. Pupuk hasil pengolahan reject coal dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan reklamasi. Dengan pemanfataan ini akan membantu konservasi dan nilai tambah sumberdaya batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi terbaik penggunaan pupuk reject coal dan pupuk kompos untuk meningkatkan keberhasilan reklamasi di PT. Borneo Indobara. Komposisi pupuk yang digunakan dibuat 5 variasi komposisi yaitu Komposisi A ( Kompos 100% ), Komposisi B ( Pupuk reject coal 30% + Kompos 70%), Komposisi C ( Pupuk reject coal 50% + Kompos 50% ), Komposisi D ( Pupuk reject coal 70% + Kompos 30%), Komposisi E ( Pupuk reject coal 100%). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Mei s/d Juli 2022 di area reklamasi PT. Borneo Indobara yang memiliki rata-rata nilai pH sebesar 4,78 dengan menggunakan bibit sengon (Paraserianthes falcataria). Variable yang diukur pada penelitian ini yaitu tinggi, diameter tanaman dan pH tanah, pemantauan tanaman dilakukan setiap 1 bulan sekali selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi A memberikan hasil penambahan tinggi 118,45 cm dan diameter sebesar 1,74 cm, pada komposisi B memberikan hasil penambahan tinggi sebesar 93,10 cm dan penambahan diameter 1,67 cm, pada komposisi C memberikan hasil penambahan tinggi sebesar 71,75 cm dan penambahan diameter 1,33 cm, pada komposisi D menunjukan penambahan tinggi sebesar 98,70 cm dan penambahan diameter sebesar 1,88 cm sedangkan pada komposisi E menunjukan penambahan tinggi sebesar 49,85 cm dan penambahan diameter sebesar 1,15 cm . Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pencampuran pupuk kompos dan pupuk reject coal yang memberikan hasil yang baik, yaitu pada komposisi D. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/329 MANFAAT INOVASI APLIKASI I-PERMIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN PERTAMBANGAN PT BORNEO INDOBARA 2023-02-21T09:07:20+00:00 Dicky Irwanto dicky.irwanto@sinarmasmining.com Adrianus Darmawan adrianus.darmawan@sinarmasmining.com Kaidah teknik pertambangan yang baik menjadi pedoman utama pelaksanaan kegiatan operasional pertambangan batubara di PT Borneo Indobara. Aspek pengelolaan keselamatan pertambangan menjadi fokus perhatian manajemen untuk terus ditingkatkan melalui inovasi keselamatan dengan memanfaatkan platform teknologi digital. Salah satu permasalahan yang sering teridentifikasi di lapangan adalah belum standarnya Ijin Kerja Khusus sebagai sarana pengendalian administrasi keselamatan pekerjaan berisiko tinggi. Kondisi tidak aman dan perilaku tidak aman dapat timbul dari pengajuan Ijin Kerja Khusus yang tidak lengkap, tidak akurat dalam mengidentifikasi bahaya, dan persiapan pengendalian risiko yang tidak sesuai dengan pekerjaan. Kualitas Ijin Kerja Khusus yang tidak memadai dapat disebabkan antara lain oleh tingkat kompetensi dan kesadaran karyawan yang masih rendah, sistem pengajuan ijin yang sulit dan banyak birokrasi, pengawasan yang longgar, dan penerapan standar keselamatan yang belum konsisten. Berdasarkan pertimbangan tersebut, PT Borneo Indobara mengembangkan Aplikasi Izin Kerja Khusus berbasis web, yang disebut i-Permit. Aplikasi i-Permit dibuat untuk memudahkan administrasi pengajuan dan persetujuan Izin Kerja Khusus dengan mudah dan cepat. Aplikasi ini juga dibuat untuk meningkatkan kualitas identifikasi bahaya dan manajemen risiko, pencegahan kecelakaan, meningkatkan kepatuhan terhadap Peraturan Keselamatan Pertambangan, dan juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran karyawan secara keseluruhan dalam membangun Budaya Keselamatan. Pengembangan aplikasi i-Permit telah memberikan manfaat yang signifikan dalam peningkatan kinerja keselamatan pertambangan di PT Borneo Indobara. Aplikasi i-Permit telah diterapkan di semua departemen dan kontraktor PT Borneo Indobara. Manfaat aplikasi iPermit dapat dilihat dari percepatan waktu validasi ijin dari semula rerata 4,1 hari menjadi 0,7 hari dan kenaikan jumlah penerbitan Ijin Kerja Khusus dari 412 menjadi 1893 atau peningkatan sebesar 459%. Selain itu, sistem dashboard aplikasi i-Permit memberikan dampak positif pada efektifitas pengawasan keselamatan pekerjaan risiko tinggi yang diatur melalui i-Permit yaitu Pekerjaan di Ketinggian, Pekerjaan di Ruang Terbatas, Pekerjaan Panas, Pekerjaan Peledakan, dan Pekerjaan Penggalian, yang ditunjukkan dengan feedback positif dari pengguna iPermit dengan nilai 4,6 dari skala 1-5. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/330 STUDI MODEL REKLAMASI DENGAN SPESIES LOCAL ENDEMIK BERDASARKAN KARAKTERISTIK LAHAN PT AGINCOURT RESOURCES 2023-02-21T09:07:20+00:00 Syaiful Anwar Syaiful.Anwar@agincourtresources.com Fery Putra Zaery feryzaery123@gmail.com <p>bergerak di bidang penambangan Emas &amp; Perak. Sebagai perusahaan yang peduli terhadap praktek<br />penambangan yang baik PTAR berkomitmen dalam menjaga Lingkungan hidup salahsatunya menerapkan<br />reklamasi pada area yang sudah tidak ada aktivitas penambangan, konsep reklamasi dilakukan dengan<br />pendekatan pengembangan sepsis local endemik untuk menjaga dan melestarikan spesies local kawasan<br />ekosistem Batangtoru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan model reklamasi<br />dengan penggunaan sepesies local endemic sebagai tanaman pengganti spesies fastgrowing atau<br />tanaman pioneer menggunakan tanaman local endemic dengan karakteristik lahan yang berbeda.<br />Penelitian ini dilakukan dengan mengukur indeks nilai penting (INP) pada area reklamasi dengan membuat<br />plot pengamatan, tingkat spesies tanaman yang di ukur adalah tingkat semai dan pancang mengingat<br />area yang di lakukan penelitian pada area tanaman usia kurang dari 2 tahun, lokasi penelitian pada Sabar<br />Dump dengan pH 6.4 dan pada area Soutern Access dengan pH 4.6. Dimana Hasil perhitungan Indeks Nilai<br />Penting di area Southern Acess tingkat semai menunjukkan nilai kerapatan relatif nya 64 % dan untuk nilai<br />frekuensi relatifnya 40%, sedangkan di tingkat pancang kerapatan relatifnya 75% dan untuk frekuensi<br />relatifnya sekitar 50%. Hasil perhitungan Indeks Nilai Penting di area Sabar Dump di tingkat semai<br />kerapatan relatifnya sekitar 80% dan untuk frekuensi relatifnya sekitar 67% sedangkan di tingkat pancang<br />kerapatan relatif nya sekitar 36% dan untuk frekuensi relatifnya sekitar 25%. Area Southern Acess<br />d en gan k u a l i t a s pH 4.6 deng an mi n im unsu r har a jenis tumbuhan yang<br />direkomendasikan toleran tumbuh di kawasan tersebut adalah jenis Sanduduk sedangkan di area sabar<br />Dump jenis tumbuhan yang toleran adalah jenis tumbuhan sanduduk dan Simarbaliding</p> 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/331 IMPLEMENTASI MV INVENTORY SYSTEM UNTUK OPTIMALISASI LOGISTIK DAN RANTAI SUPLAI DI PT MINEVESTING RESOURCES INDONESIA 2023-02-21T09:07:20+00:00 Mayang Sari mayangsari1996.ms@gmail.com Ahmad Nur Akbar Sahada mayangsari1996.ms@gmail.com Aulia Amanda Fischa mayangsari1996.ms@gmail.com Sistem manajemen inventaris sangat penting dalam pengelolaan logistik dan rantai suplai barang. Manajemen inventaris mempermudah pengelolaan inventaris suatu perusahaan karena dapat mengefektifkan pengelolaan stok di setiap lokasi secara otomatis. Sistem manajemen inventaris dapat menyederhanakan proses pengelolaan barang yang sangat kompleks, mulai dari pendataan barang, pengecekan inventaris, pemesanan barang, pengambilan dan pengiriman barang, penghitungan nilai inventaris, prediksi kebutuhan inventaris, dan pelacakan pengiriman pesanan. Pengelolaan inventaris secara manual banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya. Sistem manajemen inventaris yang menggunakan teknologi mempermudah perusahaan untuk mengelola stok barang yang disimpan di beberapa lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan realisasi manajemen inventaris dan pengelolaan barang di perusahaan pertambangan. MV Inventory System merupakan perangkat lunak yang terdapat fitur pemantauan dan pemeliharaan barang-barang suatu perusahaan yang dapat digunakan pada telepon genggam dan website. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pengelolaan inventaris perusahaan, pengiriman barang, status pengiriman barang, riwayat pendataan, dan parameter data barang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif. Penelitian dimulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis sistem, perancangan sistem inventaris, perancangan tampilan, pembuatan aplikasi, pengujian dan implementasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MV Inventory System di PT Minevesting Resources Indonesia yaitu laporan data aset perusahaan lebih rapi, pemantauan lokasi barang dapat dilihat secara waktu sebenarnya, dan perawatan barang lebih mudah dilakukan. PT Minevesting Resources Indonesia merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan dan energi yang terintegrasi dengan fokus membangun ekosistem energi di Asia Tenggara yang diharapkan mampu mendorong konservasi, optimalisasi, dan hilirisasi komoditas tambang untuk menunjang ketahanan energi nasional. Penelitian ini menjadi salah satu proyek pengembangan manajemen inventaris untuk optimalisasi logistik dan rantai suplai khususnya di sektor energi dan pertambangan. 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/308 Cover 2023-02-21T09:07:12+00:00 Cover Cover Cover142@gmail.com 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI https://www.prosiding.perhapi.or.id/index.php/prosiding/article/view/309 Preface 2023-02-21T09:07:12+00:00 Preface Preface Cover@gmail.com 2023-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI